Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Berpelukan sebelum berperang |
| - |
Semoga besok dan seterusnya tetap mesra |
| + |
|
| - |
|
| + |
Warga NTT Rindu Sosok El Tari dan Ben Mboi |
| - |
Tegas dan tak banyak guyon |
|
PENDIDIKAN
|
Sabtu, 22 Sep 2012, | 218
AKUB Efata, Kupang Lepas 17 Ahli Madya
|
|
|
KUPANG,TIMEX-Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Efata, Kupang, Jumat (21/9) kemarin, mewisuda 36 mahasiswa program ahli madya di Restoran Timor Raya. Direktur AKUB Efata, Kupang, M.A.J.Pella-Jocob dalam sambutannya, mengatakan, wisuda yang dilaksanakan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan
Namun, justru merupakan awal dari sebuah perjuangan. "Oleh karena itu anda akan dilepas ke dalam masyarakat dan akan akan menghadapi banyak tantangan. Teruslah belajar sebagai seorang ahli di bidang perbankan dan keuangan," ujar Pella-Jacob.
Dijelaskannya, dari 12 kali wisuda 75 persen jebolan AKUB Efata telah mendapat pekerjaan baik sebagai guru SMA, SMK, PNS, pegawai bank, maupun dealer-dealer maupun telkomsel. Kata Pella-Jacob dalam waktu dekat ini AKUB Efata Kupang, akan diakreditasi dan ditinggkatkan status menjadi sekolah tinggi.
"Apabila anda bekerja sebagai pengelola keuangan maupun dalam bidang apa pun maka jagalah selalu kejujuran. Jangan sampai anda terperosok masuk dalam masalah korupsi sehingga merusak nama baik almamater anda," harap Pella-Jacob.
Asisten Asisten III Setda NTT, Edy Ismail saat membacakan sambutan gubernur NTT pada wisuda kemarin, mengatakan, saat ini jumlah lapangan kerja sudah terbatas sementara jumlah lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi semakin meningkat.
"Hal ini berarti persaingan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan semakin ketat dan peluang menciptakan usaha semakin besar. Oleh karena itu setiap lulusan mesti memiliki kemampuan lebih baik dari segi intelektual maupun dari segi keterampilan. Dengan demikian maka bisa menciptakan peluang usaha di tengah masyarakat," ujar Ismail.
Diakhir sambutan gubernur berharap agar AKUB Efata, Kupang bisa menyelenggarakan pendidikan yang bermutu baik dari segi manajemen, dukungan sarana prasarana, ketersediaan tenaga pendidik dan pendidikan. "Dengan demikian maka mutu pendidikan dan mutu sumber daya manusia tetap menjadi perhatian serius untuk terus ditingkatkan dari waktu ke waktu," harap Ismail.
Sementara orasi ilmiah dibawakan James Adam dengan judul "Membangun Jiwa Wirausaha melalui Lulusan yang Profesional". Salah satu hal terpenting yang ditekankan James Adam, seharusnya, pendidikan tinggi saat ini berbenah diri untuk melakukan perubahan-perubahan. "Perubahan harus dimulai dari dalam diri sendiri. Sementara dukungan akan datang dari luar secara eksternal," katanya.
Agar sebuah lembaga diperhatikan oleh manajemen lembaga perguruan tinggi dewasa ini supaya bisa membawa lembaganya menjadi entrepreuner institution maka hal yang harus dibuat yaitu: Pertama, melakukan penilaian sendiri agar bisa mengoptimalkan semua kekuatan dan sekaligus mengoreksi kelemahan.
Kedua, menyatukan persepsi semua civitas akademika dan manajemen perguruan tinggi untuk lebih inovatif dan kreatif. Ketiga, mengupgrad sistem alir kurikulum yang tidak saja bernuansa fully academic tetapi juga fully profesionalism. Keempat, membentuk unit-unit usaha, dan kelima membangun kemitraan.
"Seiring dengan tekad dan obsesi membangun jiwa wira usaha melalui lulusan yang profesional dalam kalangan civitas akademika AKUB Efata maka sudah tentu pendidikan tinggi akan mendapat tantangan besar secara internal dalam membagi porsi akademik dan porsi profesionalism," ujar James Adam. Hadir dalam wisuda kemarin, pihak yayasan Efata dan unsur dari Pemprov NTT para wisudawan maupun orang tua beserta undangan. (onq)
|
|