Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Saling Klaim Menang |
| - |
Yang pasti tidak ada putaran ketiga |
| + |
|
| - |
|
| + |
729 Siswa SMA di NTT Tidak Lulus UN |
| - |
PR untuk gubernur terpilih |
|
RAKYAT TIMOR
|
Sabtu, 15 Sep 2012, | 226
Antrian Mengular di SPBU BBM Kembali Langka di Belu
|
|
|
ATAMBUA, TIMEX - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis solar dan bensin di Kabupaten Belu kembali terjadi. Akibat kelanggkaan tersebut sejumlah SPBU di kota Atambua dan sekitarnya disesaki kendaraan baik roda dua dan roda empat maupun kendaraan besar lainnya, untuk mendapatkan BBM.
Sebagaimana pantauan koran ini di SPBU Halifehan Jumat kemarin, didapati ratusan kendaraan bermotor mengantri bak ular guna mendapatkan BBM. Antrian tidak dapat terhindarkan terkairt informasi langkanya BBM di Kabupaten Belu.
Sejumlah pengantri BBM di SPBU Halifehan kepada koran ini mengaku, kalau pihaknya telah mengantri sejak Kamis (13/9) untuk mendapatkan solar ataupun bensin. Akan tetapi ketika mengantri hari ini pun tetap saja terjadi antrian seperti sebelumnya, dan BBM yang diharapkan belum juga didapat.
"Biar antri lama kami tetap bertahan untuk dapat mengisi bahan bakarnya,"kata Antoni, salah satu sopir kendaraan. Terpisah seorang operator SPBU yang tidak ingin dikorankan namanya menyebutkan, BBM yang dipasok pada hari ini hanya 5 ton baik itu solar maupun premium. Sebagai operator pihaknya melayani sesuai dengan pasokan BBM yang ada.
"Hari ini kami hanya dipasok 5 ton solar dan 5 ton premium,. Kami tidak tahu apa ada kelangkaan atau tidak karena kami hanyalah operator,"ungkapnya. Menurutnya antrian yang ada sudah terjadi sejak kemarin dan hanya bisa diatasi dengan pasokan BBM sebagai mana mestinya, dimana sehari dipasok 15 ton.
Herry Setiono Kepala Terminal BBM Atapupu yang dikonfirmasi mangatakan stok BBM baik premium, solar maupuin minyak tanah cukup, dan untuk menambah permintaan di SPBU, pihaknya meminta pengiriman dari pertamina Kupang.
Dicecar soal pasokan hanya 5 ton BBM dalam sehari dia menguraikan karena pengiriman dari Kupang memang agak terlambat untuk memenuhi kebutuhan di SPBU. Pihaknya akan berupaya memasok BBM sesuai permintaan pengelola SPBU mendatang.
Sementara itu Anggota DPRD Belu Petrus Tey Seran yang dimintai komentarnya terkait kelangkaan BBM mengatakan telah terjadi kongkalingkong antara pengusaha dan Pertamina sehingga menyebabkan terjadi kelangkaan BBM. Dia melihat adanya permainan dalam ketika
BBM dipasok.
Dodi sebutan akrab anggota DPR itu mencontohkan BBM yang dipasok pertamina 25 ton sehari untuk satu SPBU namun tidak sepenuhnya tidak diisi sepenuhnya pada SPBU, melainkan dikurangi dari ribuan liter. "Ada yang sudah bermain mata makanya BBM selalu kurang
akhirnya terjadi kelangkaan," ujarnya.
Dia meminta kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut. Pemerintah juga diminta proaktif melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di SPBU. Jika ada pelanggaran, sebaiknya dicabut izin operasinya. (lok/boy)
|
|