KUPANG, TIMEX - Memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-67 RI, banyak cara dilakukan anak bangsa. Ada yang menggelar aneka lomba, baik olahraga maupun kesenian, ada juga dengan cara lain. Pengurus OSIS SMP Katolik Santa Theresia Kupang melakukannya dengan cara agak beda.
Dipimpin Pembina OSIS, Kayetanus Kolo dan Ketua OSIS, Maria V. Ludony, mereka melakukan media visit dan kunjungan ke panti asuhan.
Salah satu media yang dikunjungi pengurus OSIS SMPK Sta. Theresia ini adalah Harian Pagi Timor Express (Timex) Kupang. Sekira pukul 10.30 Wita, Selasa (14/8), 22 anggota Pengurus OSIS, Pembina dan Humas SMPK Sta. Theresia, Antonius Anton menyambangi redaksi Timex di Jl. RA Kartini No. 1A, Kelurahan Kelapa Lima. Rombongan OSIS SMPK Sta. Theresia ini diterima Pemimpin Redaksi, Simon P. Nilli dan Wakil Pemred/Manager Produksi, Marthen Bana.
Menariknya dalam kunjungan itu, pengurus OSIS ini tak hanya mendapatkan penjelasan Pemred Timex mengenai proses pembuatan sebuah koran hingga beredar ke publik, namun anak-anak ini dan pembinanya memberi support dan dukungan kepada Timex untuk terus menyuarakan kebenaran dan menumpas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) melalui pemberitaan di media. Dukungan OSIS SMPK Sta.
Theresia ini disampaikan dalam tujuh butir pernyataan sikap yang dibacakan saat bertandang ke redaksi Timex kemarin. "Kami pengurus OSIS SMPK Sta. Theresia yang merupakan calon pemimpin bangsa masa depan, datang memberi dukungan penuh kepada media untuk terus menyuarakan kebenaran.
Jadilah Nabi di tengah dunia yang penuh dengan rekayasa saat ini," ungkap Ketua OSIS, Maria V. Ludony saat membacakan pernyataan sikap pengurus OSIS sekolah mereka.
Masih menurut Maria, OSIS SMPK Sta. Theresia Kupang mendukung sepenuhnya kemerdekaan pers dalam membongkar berbagai ketidakadilan, intimidasi, diskriminasi, dan KKN. "Pers merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa, semangat patriotisme dari para pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan harus terus digemakan ke seluruh penjuru bumi, kemerdekaan bangsa tercinta harus dinikmati semua orang. Pembangunan yang adil, merata mestinya menjadi spirit para pemimpin saat ini," tandas gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini.
Dikatakan, politik dan kekuasaan bukanlah tujuan dari pemangku kekuasaan melainkan sarana untuk melayani semua orang. "Kami sebagai pengurus OSIS yang nantinya menjadi pemimpin masa depan berharap, berilah kepada kami sesuatu yang baik dan berharga yang nanti kami teladani, bukan sebaliknya.
KKN dan Koncoisme adalah musuh bersama bangsa yang harus ditumpas," tegas Maria bersemangat diikuti dengan menyerahkan pernyataan sikap dan dua lukisan hasil karya siswa SMPK Sta. Theresia kepada Pemred Simon Nilli.
Selain menyampaikan pernyataan sikap, Maria juga bertanya apa saja risiko menjadi wartawan? Menjawab ini Simon Nilli mengatakan, pekerjaan seorang wartawan tak luput dari risiko, namun untuk mengungkap semua kebenaran berdasarkan fakta, apapun risikonya harus dihadapi.
Sementara Pembina OSIS, Kayetanus Kolo mengaku bangga dengan Timex karena selalu mewartakan tentang kebenaran, karena itu Kayetanus berharap agar Timex tetap benkontribusi untuk pembangunan NTT dan tetap mewartawan kebenaran.
Kayetanus mengatakan, kunjungan ke Timex merupakan bagian dari mengisi hari kemerdekaan ke-67 RI. "Mengisi HUT RI ini kami buat agak lain sedikit, dengan mengunjungi Timex dan panti asuhan," jelasnya.
Pemred Simon Nilli memberi apresiasi atas pernyataan sikap pengurus OSIS SMPK Sta. Theresia Kupang. Menurutnya, sikap yang disampaikan para siswa penerus tongkat estafet bangsa ini sangatlah positif karena sejak dini menyadari dan mau membentengi diri serta komit menumpas KKN dan koncoisme.
"Pesan saya sederhana, karena adik-adik pengurus OSIS kini masih dibangku sekolah dan tidak mengelola uang negara, maka untuk menghindari KKN, hal yang dilakukan saat ini adalah jangan menyontek pekerjaan teman. Menyontek pekerjaan teman di sekolah itu juga adalah korupsi. Jadilah siswa yg baik dan berprestasi, jangan konsumsi narkoba atau tawuran," pesan ayah tiga putra ini. (aln)
|