Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Esthon ke Sumba, Frans di Kupang |
| - |
Anak Timor dan Anak Adonara Tetap Fren |
| + |
|
| - |
|
| + |
Apoteker Ancam Mogok Kerja |
| - |
Kalau Manejemen Sakit Mana Bisa Urus Orang Sakit |
|
PENDIDIKAN
|
Selasa, 14 Aug 2012, | 417
Kunjungan Tim Roadshow K Vs K SMAN 1 jadi Pilot Project Anti Korupsi
|
|
|
KUPANG, TIMEX - Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kupang mendapat kunjungan istimewa tim Road show film 'Kita Versus Korupsi (K Vs K) Senin (13/8) kemarin. Hadir pada pertemuan itu Kepala Sekolah SMAN 1 Kupang, Bapa Muda didampingi Ketua Komite SMAN 1 Kupang, Yusakh Riwu Rohi beserta opara guru maupul pelajar sekolah tersebut.
Tim roadshow film KVsK yang hadir pagi kemarin yakni aktor Nicholas Saputra, Ade Kusumaningrum selaku perwakilan dari rumah produksi Cangkir Kopi yang merilis film KvsK, Zumrotin K. Soesilo sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Direktur Transparancy Indonesia (TII) serta Sarah Lery Mboeik anggota DPD RI dari NTT sekaligus Direktur PIAR selaku panitia lokal Roadshwow film KvsK di NTT.
Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai film Kita Versus Korupsi yang disampaikan Ade Kusmaningrem. Ade di depan guru dan murid mengatakan, film KVsK merupakan kumpulan empat judul film pendek yang dirangkai menjadi satu atau ominibus.
Ade menggambarkan, film KvsK menggambarkan keseharian hidup sederhana warga masyarakat yang ternyata turut terlibat dalam aksi korupsi seperti suap dan penyelewengan anggaran negara. Sehingga diharapkan, makna film tersebut dapat mudah diserap oleh pemirsa dari berbagai golongan, status dan usia.
Sarah Lery Mboeik pada kesempatan itu mengatakan, tim roadshow film Kvsk bukan sekedar untuk mempromosikan film hasil kerjasama Transparancy International Indonesia bersama KPK, MSI dan USAID.
Namun turut melakukan dialog yang bertujuan menumbuhkan kesadaran hidup anti korupsi termasuk ke sekolah-sekolah. Sebab sekolah merupakan berkumpulnya kaum pelajar yang kelak menjadi harapan masa depan daerah dan bangsa.
Sarah menegaskan, upaya menelaraskan pandangan anti Korupsi tidak akan berhenti pada pemutaran film KvsK. Kedepan, menurut Sarah, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak KPK dan ICMI untuk menggalakan pendidikan anti Korupsi ke sekolah-sekolah termasuk di SMAN 1 Kupang.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat pihak manajemen SMAN 1 Kupang yang menyatakan kesiapan untuk menjadi sekolah contoh pendidikan anti Korupsi. Pada sesi dialog, turut terlibat sejumlah siswa yang aktif melontarkan pertanyaan kepada tim roadshow KvsK termasuk yang bersifat pesimis akan pengaruh media film seperti Kita Versus Korupsi yang mampu meredam aksi korupsi di Indonesia.
Nicholas Saputra yang tampak terus diincar kamera guru dan siswa menekankan, film memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi setiap individu yang menyaksikan.
"Mungkin banyak yang lebih mengenal judul film yang pernah saya perankan daripada nama ibu kota Provinsi atau nama orang," ucap pemeran film Gie dan Ada apa dengan cinta itu.
Nicholas optimis, setelah menyaksikan KvsK, pemirsa akan mendapat makna yang terserap dan menjadi benteng diri menghadapi aksi korupsi.
Pada kesempatan itu tim roadshow mengundang civitas SMAN 1 Kupang untuk menyaksikan pemutaran film KvsK di Aula El Tari Kupang sore kemarin dan mengumumkan pemutaran di kota So'e hari ini.
Usai kunjungan di SMAN 1 Kupang, rombongan melanjutkan kunjungan ke universitas Nusa Cendana dan diterima langsung Rektor Undana Prof Dr Umbu Data beserta petinggi universitas negeri di NTT tersebut.
Rektor Frans Umbu Datta saat sambutannya menyamapaikan terimakasih terhadap kunjungan tim roadshow tersebut. Dikatakan Umbu Datta, untuk persoalan korupsi lembaga Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang telah bekerja sama dengan Komis Pemberantas Korupsi melalui MOU bersama.
"Dan saya menyambut baik roadshow ini agar semakin menyadarkan kaum intelektual kampus untuk turut serta bisa bekerja sama membasmi korupsi," ujar Umbu Datta. Setelah itu dilanjutkan dengan penayangan cuplikan film 'Kita Vs Korupsi'. Para dosen maupun mahasiswa nampak antusias menyaksikan cuplikan film maupun diskusi yang dilaksanakan kemarin. (mg-12/onq)
|
|