Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Esthon ke Sumba, Frans di Kupang |
| - |
Anak Timor dan Anak Adonara Tetap Fren |
| + |
|
| - |
|
| + |
Apoteker Ancam Mogok Kerja |
| - |
Kalau Manejemen Sakit Mana Bisa Urus Orang Sakit |
|
EKONOMI BISNIS
|
Sabtu, 04 Aug 2012, | 398
Entex Sukses Rangsang Ekonomi Lokal 73 Yacht Merapat Di Pantai Kupang
|
|
|
KUPANG, TIMEX – Sejak dibuka (31/7), tercatat sebanyak 73 Yacht yang mengangkut 221 Warga Negara Asing (WNA) dari 20 negara, telah berlabuh di perairan pantai Kupang Kelurahan LLBK.
Para pelayar (Yachter) yang berangkat dari Teluk Darwin (28/7) lalu saat ini tengah meramaikan kota Kupang dan akan menetap sebelum lepas jangkar menuju persinggahan berikut hari ini. Pantauan Timor Express di pos pelayanan di Teddy’s Bar dan arena pameran Entex di jalan Garuda LLBK Kupang Kamis kemarin (2/8) terlihat sejumlah besar peserta Sail Indonesia sambil berjalan kaki mengunjungi toko dan gerai jualan sekitar terminal LLBK dan pertokoan Kampung Solor. Tidak ketinggalan gerai yang dibuka peserta Entex terus dikunjungi peserta Indonesia Sail 2012.
Steve Smith salah satu pengemudi Yacht bernama Gracetown kepada koran ini mengatakan, pihaknya cukup puas dengan pelayanan panitia di Teluk Kupang yang dapat melayani pemenuhan pembekalan kapal seperti BBM, pelumas dan kebutuhan mesin kapal lainnya. “Sedangkan untuk persediaan makanan dan minuman kami cari sendiri,” tukas Steve.
Antonius Nitbani, pengawas layanan Custom, Imigrant, Quarantine and Port (CIQP) dari Administrator Pelabuhan Dinas Perbuhungan Provinsi NTT menerangkan, seluruh peserta terdiri dari pria dan wanita dewasa, remaja, anak bahkan sampai Balita.
Dalam sehari segala urusan keimigrasian, bea cukai, karantina dan ijin berlayar sudah diselesaikan. “Pemerintah mengutamakan pelayanan prima agar para yacther tetap merasa aman dan nyaman selama berada di Kupang,” ucap Antonius.
Sementara pengawas Entex Bonaventura Rumat mengemukakan, penyelenggaraan Entex yang bersamaan waktu dan tempat dengan persinggahan ratusan WNA peserta Sail Indonesia 2012 cukup memberikan rangsangan terhadap perekonomian khususnya pada penjualan produksi lokal.
Menurut Bona, pemerintah Provinsi berkoordinir dengan pemerintah seluruh kabupaten/Kota telah memperhitungkan keuntungan yang bisa diraup selama keberadaan para yachter di perairan NTT yang dijadwalkan berlangsung 33 hari.
Bonaventura menerangkan, keuntungan diterima langsung oleh masyarakat seperti pedagang yang menjual produk lokal seperti pernak-pernik, busana dengan corak daerah, kain tenun daerah dan cinderamata. Termasuk pejaja makanan (kuliner) diseluruh kota Kupang.
Keuntungan usaha jasa oleh para pramuwisata (Tourist Guide) yang mendapat pelanggan banyak, ditambah pengelola perjalanan wisata yang menjual tiket kepada para peserta Sail indonesia. Ini belum termasuk pemasukan devisa negara melalui penukaran mata uang asing ke mata uang rupiah Indonesia.
Kasie Sarana Promosi Dinas Kebudayaan Pariwisata NTT ini memperkirakan, 221 WNA yang ikut dalam Sail Indonesia rata-rata menghabiskan uang sebesar US$ 100 (Seratus Dollar Amerika) perhari atau Rp 1 juta per hari. Perputaran uang oleh para peserta Sail Indonesia kurang lebih mencapai Rp 200 juta perhari. Sedangkan keberadaan di NTT selama 33 hari jika dikalikan bisa mencapai Rp 60 Milyar.
Pada penyelenggaraan Entex yang dibuka langsung Gubernur NTT Frans Lebu Raya (31/7) itu juga telah diperkenalkan persiapan Sail Komodo 2013. Bonaventura mengatakan, pada Sail Komodo mendatang, diperkirakan akan terdapat lebih dari 3000 WNA yang datang ke NTT dan mengunjungi seluruh daerah dimana tidak saja para Yachter namun diikuti pula oleh turis mancanegara dan domestik. (mg12/rum)
|
|