Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Saling Klaim Menang |
| - |
Yang pasti tidak ada putaran ketiga |
| + |
|
| - |
|
| + |
729 Siswa SMA di NTT Tidak Lulus UN |
| - |
PR untuk gubernur terpilih |
|
PENDIDIKAN
|
Sabtu, 04 Aug 2012, | 424
Berharap Peran Dewan Pendidikan dan Semua Komponen Gubernur Galau Soal Pendidikan di NTT
|
|
|
KUPANG,Timex - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengaku galau dengan berbagai persoalan pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Dikatakan Frans Lebu Raya, persoalan prosentase kelulusan dimana NTT berada pada nomor buntut masih perlu dibahas secara bersama-sama.
"Mencermati persoalan pendidikan di NTT memang membuat galau. Apakah memang kita kita harus mengukur mutu pendidikan dengan prosentase kelulusan. Ini perlu dikaji dengan cermat termasuk tim ahli yang ada di Dewan Pendidikan NTT," ujar Frans Lebu Raya saat membuka kegiatan Workshop Dewan Pendidikan NTT, Jumat (3/8) kemarin di Hotel Pelangi, Kupang.
Lebih jauh gubernur NTT ini menandaskan pentingnya kerjasama semua komponen dalam mencari solusi terbaik masalah pendidikan di NTT. "Pendidikan bukan saja soal kemampuan intelejensia namun perlu diimbangi dengan kemampuan moral, sosial maupun emosional anak didik. Oleh karena itu, bukan hanya dibebankan saja kepada pihak sekolah namun orang tua dan masyarakat perlu bersinergi bersama dalam mengupayakan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Frans Lebu Raya juga mengatakan, menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan Dewan Pendidikan NTT untuk memantapkan rancangan peraturan daerah (ranprda) pendidikan di NTT. "Saya menyambut baik inisiatif Dewan Pendidikan NTT ini atas inisitifnya untuk merancang sebuah perda pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Ranperda yang dirancang tentunya akan digodok secara cerdas dan cermat untuk kepentingan pendidikan di NTT. Oleh karena itu saya berharap peserta bisa mencurahkan kecermatan dan kecerdasannya untuk bisa menghasilkan sebuah ranperda pendidikan yang berkualitas demi peningkatan mutu pendidikan di NTT," jelasnya.
Frans Lebu Raya mengungkapkan, saat ini pemerintah tidak bisa berharap banyak kepada pihak lain untuk bisa bersama-sama berupaya memajukan pendidikan di NTT. "Kalau Dinas PPO NTT belum bisa memulai maka kapan baru bisa memulai. Dan, kita mendukung apa yang sudah dilakukan Dewan Pendidikan NTT ini," ujar Frans Lebu Raya.
Dikatakannya, mengapa masalah pendidikan di NTT perlu mendapat perhatian serius karena dari delapan program pembangunan yang pertama adalan pendidikan. "Banyak perdebatan, pendidikan atau kesehatan lebih dulu, namun tentunya orang berpendidikan dulu baru mengetahui bagaimana hidup sehat," ujar Lebu Raya.
Sementara itu Ketua Dewan Pendididikan NTT, Simon Riwu Kaho saat sambutannya, mengatakan, materi dalam Workshop yang berlangsung Jumat sampai Sabtu hari ini akan membahas mengenai rasionalitas dan refleksi pntingnya perda pendidikan di NTT, perumusan naskah akademik dan konsep ranperda pendidikan.
Para pemateri dalam Workshop ini yakni untuk naskah akademi; Prof DR Mien Ratoe Oedjoe, M.Pd, Dr Andy Nabu Sogen, M.Pd. Sementara konsep ranperda pendidikan yaitu; Drs. Simon Riwu Kaho, Drs Yusuf Kuahaty, SU dengan pembahas utama Dr John Goru, MS, Mesakh Beeh, M.Si. Peserta dalam Workshop ini selain pengurus Dewan Pendidikan NTT juga hadir Dewan Pendidikan dari kabupaten/kota se-NTT minus Sikka, anggota DPRD Provinsi NTT, kepala sekolah SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, LSM dan pers. (onq)
|
|