Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Saling Klaim Menang |
| - |
Yang pasti tidak ada putaran ketiga |
| + |
|
| - |
|
| + |
729 Siswa SMA di NTT Tidak Lulus UN |
| - |
PR untuk gubernur terpilih |
|
NASIONAL
|
Sabtu, 04 Aug 2012, | 715
CristAL Perkenalan di Kefamenanu Janji Tak Ada Dendam Politik
|
|
|
KEFA, TIMEX - Bakal calon gubernur-Wagub NTT periode 2013-2018, Cristian Rotok-Abraham Paul Liyanto (CristAL), Kamis (2/8) memperkenalkan diri sebagai bakal calon Gubernur NTT kepada para tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga di wilayah Kabupaten TTU. Acara sosialisasi itu berlangsung di Aula Losmen Sederhana.
Kepada wartawan usai acara perkenalan, Rotok mengatakan, dirinya tidak akan melakukan politik balas dendam politik jika dipercaya masyarakat NTT menjadi gubernur berpasangan dengan Paul Liyanto. "Kalau sudah jadi beringan besar jangan berusaha jadi beringin kecil.
Itu artinya ketika saya terpilih menjadi gubernur NTT lima tahun mendatang maka saya tidak akan menerapkan praktek balas dendam politik yang selama ini menjadi bagian dari pejabat politik tertentu di daerah ini," kata Rotok menjawab pertanyaan wartawan seputar praktek balas dendam politik yang selama ini terjadi pasca pelantikan paket kepala daerah-wakil kepala daerah.
Dia menilai praktek politik balas dendam yang dilakukan para pejabat politik selama ini merupakan bukti ketidakdewasaan pejabat yang bersangkutan dalam sebuah pertarungan politik. Menurut dia, sebagai pejabat politik, kemenangan yang diperoleh dalam sebuah perhelatan politik adalah kemenangan bersama yang patut dihormati dan dihargai oleh paket pemenang Pilkada.
"Begitu selesai pelantikan maka tidak ada lagi yang namanya lawan politik. Yang ada adalah kawan politik yang perlu dirangkul untuk membangun kekuatan baru guna berjuang bersama-sama memajukan masyarakat kita, bukan malah habiskan waktu dan energi untuk berpikir bagaimana membalas dendam. Itu politik kekanak-kanak yang justru menimbulkan hambatan besar dalam memajukan pembangunan masyarakat," kata Rotok.
Menurut Rotok, praktek rekonsiliasi kekuatan politik dalam sebuah hajatan politik Pilkada sudah dipraktek ketika terpilih bersama Deno Kamelus sebagai pasangan Bupati-Wakil Bupati Manggarai pada Pilkada beberapa waktu lalu.
Diakuinya, kemauan baik untuk membangun kerja sama yang harmonis dengan tim sukses lawan politik merupakan senjata ampuh yang mengalahkan prasangka buruk untuk membangun daerah bersama-sama dengan lawan politik saat Pilkada.
"Saya punya Sekda sekarang dulu lawan politik saya, tapi saya yakin benar bahwa ketika dia dipercaya menjadi Sekda pasti kerjanya lebih serius mendukung saya. Tidak hanya banyak pejabat yang dulu menjadi lawan politik kami tapi setelah pelantikan, saya tetap pakai mereka sebagai pejabat di SKPD yang ada dan ternyata mereka kerja sangat baik, bahkan sekarang mereka berani menjadi tim sukses untuk saya pada Pilkada Gubernur 2013 mendatang," ungkapnya. (ogi/ito)
|
|