Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Saling Klaim Menang |
| - |
Yang pasti tidak ada putaran ketiga |
| + |
|
| - |
|
| + |
729 Siswa SMA di NTT Tidak Lulus UN |
| - |
PR untuk gubernur terpilih |
|
OPINI
|
Sabtu, 21 Jul 2012, | 241
Bernafas Itu Gratis, Pendidikan Itu Mahal
|
|
|
(Refleksi tentang Pendidikan itu Mahal, Timex 16-07-2012)
Oleh: Johni Lumba
Dosen UKAW Kupang
HIDUP di dunia ini tidak ada yang gratis apalagi aktivitas yang berkaitan dengan mendewasakan manusia melalui bangku pendidikan? mahal harganya, sehingga jangan bermimpi dan berharap bahwa pendidikan itu murah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa hanya masuk surga saja yang murah.
Kalau manusia yang bernafas tentu tidak pernah memperhitungkan biaya, akan tetapi jika manusia itu sakit dan membutuhkan oksigen maka biaya oksigen itu akan menjadi mahal. Oksigen yang kita butuhkan setiap hari sangatlah mahal jika dihitung sesuai dengan kebutuhan oksigen setiap hari, bahkan akan melebihi biaya pendidikan.
Namun pada kenyataannya keributan tentang pendidikan yang mahal selalu dan senantiasa menjadi bahan pembicaraan, tidak ada yang gratis di dunia ini kecuali nafas hidup yang di berikan oleh Sang Pencipta.
Bernafas itu Gratis
Saya mencoba untuk membayangkan tentang bernafas yang gratis. Suatu saat saya menghitung jalannya nafas waktu sedang santai, tiap satu menit saya bernafas 12 kali, jika setiap kali bernafas kita menghirup udara sebanyak 0,5 liter, maka setiap menit kita menghirup udara sebanyak 12 x 0,5 liter = 6 liter. Setiap satu jam berarti volume udara yang di hirup sebanyak 60 x 6 = 360 liter dan satu hari jumlahnya menjadi 8.640 liter.
Perkiraan kandungan oksigen yang kita hirup setiap hari 20% x 8.640 liter = 1.728 liter. Berapa harga satu liter oksigen/ kalau tanya di apotek? harga satu liter oksigen sekitar Rp. 25.000; jadi kalau kita rupiahkan, konsumsi oksigen satu orang kira-kira senilai 1.728 x 25.000 = Rp. 43.200.000,- (lebih dari 40 juta rupiah perhari) sangat fantastis. Siapakah yang mempunyai penghasilan sebanyak Rp.43 juta per hari? Jadi betapa besarnya Kasih Karunia Tuhan kepada makhluknya, jika kita menghitung nikmat yang Tuhan berikan kepada kita, jelas tidak akan terhitung.
Ternyata nafas hidup jika dikonversikan ke rupiah biayanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pendidikan. tetapi itu hanya kepada mereka yang mengalami penderitaan (nafas sesak atau kehabisan nafas) saja.
Pendidikan itu Mahal
Definisi pendidikan menurut UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Definisi pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa, Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Definisi pendidikan telah menunjukan bahwa usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik, ini berarti usaha sadar dan tererncana yang dilakukan membutuhkan proses, waktu, tenaga dan biaya. Jika pemerintah merencanakan untuk adanya pendidikan gratis, tentu sesuatu hal yang patut diberikan apresiasi.
Dalam sebuah proses pendidikan untuk terjadinya suasana interaksi pembelajaran yang kondusif maka, peran guru, siswa, materi, metode dan sarana prasarana pembelajaran harus sudah terpenuhi.
Penyelenggaraan sebuah pendidikan tidaklah mudah, kualitas pendidikan atau mutu pendidikan itu sendiri tergantung kepada kualitas dan kompetensi guru yang profesional, penyediaan sarana prasarana pembelajaran seperti: gedung, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, lab. komputer, lingkungan belajar dan lainnya.
Semuanya tentu memerlukan biaya. Tidak ada pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta yang tidak memerlukan biaya, yang gratis hanyalah nafas hidup. Oleh sebab itu jangan berharap mutu pendidikan akan meningkat jika pendidikan itu masih dianggap sebagai sesuatu yang murah dan gampang.
Mendewasakan manusia menjadi manusia dewasa dan untuk menunjang masa depan, tentu tidak gampang dan tidak mudah. Seperti yang dungkapkan oleh Horton dan Hunt tentang fungsi pendidikan bahwa: lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut: 1) mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah, 2) mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasaan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat, 3) melestarikan kebudayaan, dan 4) Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Jika fungsi pendidikan salah satunya untuk mencari nafkah di masa yang akan datang maka pendidikan itu adalah sebuah investasi untuk masa depan. Oleh karena itu mutu pendidikan tergantung juga dengan biaya pendidikan.
jika kita berharap untuk pendidikan itu murah, tentu kita tidak bisa berharap banyak tentang masa depan yang lebih baik untuk dapat menafkai hidup kita. Demikian juga dengan fungsi kedua menurut Horton dan Hunt, untuk mengembangkan bakat seseorang agar mencapai masa depan yang lebih baik, sebagaimana yang dimiliki oleh para olahragawan seperti Christian Ronaldo pesepakbola asal Portugal yang sekarang bermain di Real Madrid, awalnya adalah seorang siswa Sekolah Sepakbola di Portugal. Pendidikan akan berfungsi untuk meningkatkan bakat seseorang dalam menunjang masa depan yang lebih baik, sehingga janganlah mengganggap bahwa pendidikan itu harus murah.
Sekolah sepakbola (SSB) Barcelona yang menghasilkan pemain sekelas Leonal Messi, mengeluarkan biaya yang tidak sekidit hanya untuk mengembangkan bakat seorang Messi. Dengan pendekatan psikologi dan sosiologi para pendidik di sekolah sepakbola tersebut meminta agar manajemen SSB Barca tidak saja menerima Messi sebagai siswanya tetapi orang tua Messi harus dipekerjakan di Barcelona.
Tujuannya untuk mendukung Messi menjadi siswa yang trampil di bidang sepakbola. Mengingat bakat yang di miliki oleh Leonal Messi yang sangat fantastis. Hal ini sudah terbukti, Messi menghipnotis dunia dengan bakat alamnya yang dilengkapi dengan pendidikan sepakbola pada SSB Barcelona. Massa depan Messi dan Christian Ronaldo semakin nyata dan jelas, itulah bukti bahwa Pendidikan adalah sebuah investasi.
Pendidikan adalah sebuah investasi untuk masa depan oleh sebab itu janganlah mengganggap murah arti sebuah pendidikan. Banyak masyarakat yang memandang bahwa pendidikan di Indonesia itu mahal, pendidikan merupakan hal yang terpenting namun, permasalahannya adalah pada biaya pendidikan.
Para orang tua akan memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya termasuk memasukkannya les tambahan di luar jam pelajaran atau khrusus dan lain sebagainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan itu mahal, kebanyakan anak-anak yang sukses untuk jaman sekarang ini berasal dari kalangan berada.
Parameter-parameter seperti sejauhmana orang tua mendampingi proses pendidikan sang anak, termasuk di dalamnya les yang dilaksanakan dan juga berapa lama sang anak menjalani private khursus harus di lihat sebagai satu kesatuan. Perlu diingat bahwa mahalnya pendidikan memengaruhi mutu pendidikan.
Janganlah menyesal berharap untuk mencapai masa depan yang lebih baik jika hari ini kita abaikan pendidikan.........
|
|