Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Esthon ke Sumba, Frans di Kupang |
| - |
Anak Timor dan Anak Adonara Tetap Fren |
| + |
|
| - |
|
| + |
Apoteker Ancam Mogok Kerja |
| - |
Kalau Manejemen Sakit Mana Bisa Urus Orang Sakit |
|
RAKYAT FLORES
|
Jumat, 20 Jul 2012, | 127
Gagas Ketahanan Pangan Petani-Nelayan Flores Gelar Mubes
|
|
|
LEWOLEBA, TIMEX - Kurang lebih 200 petani di daratan Flores, Solor dan Lembata menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-VI di Lewolein, Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Jumat-Minggu (13-15/2012).
Mubes ke-VI ini dibuka oleh petani tuan tanah Lewolein, Asbat Ola Paliwala. Ratusan petani dari sembilan Kabupaten Flores-Lembata memadati Panti Wisata Lewolein.
Selain petani mandiri dari pedesaan, hadir juga para pendamping dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini mendampingi para petani, antara lain, LAPMAS Ngada.
Di antara peserta yang hadir, hanya Kabupaten Ende yang mengikutsertakan perwakilan pemerintah dan bersama para petani mendiskusikan tentang produksi pertanian, distribusi dan konsumsi pertanian.
Mubes yang mengusung tema besar, "petani nelayan dalam tata produksi, distribusi dan konsumsi menuju kedaulatan pangan" itu berlangsung dinamis dan penuh antusiasme.
Para petani dari setiap kabupaten membagi pengalaman mereka kepada kelompok tani dan nelayan kabupaten lain. Lalu sharing itu diperdalam
dengan diskusi semua peserta dengan dipandu fasilitator dari berbagai LSM dan panitia penyelenggara dari Ikat Tani Lembata (STL) dan kelompok petani penyangga abrasi laut/alam darat (Klompal/AD) dengan ketua penyelenggara, Vianey K. Burin.
Sekretaris panitia, Paulus Makarius Dolu, juga memandu jalannya proses diskusi dengan membagi petani ke dalam tiga pondok diskusi. Kelompok pertama disebut kelompok pondok produksi. Mereka mendiskusikan bersama bagaimana para petani membicarakan tentang penataan pola produksi para petani sehingga petani mencapai ketahanan produksi. Tidak tergantung di luar diri mereka.
Sedangkan pondok kedua disebut pondok distribusi membicarakan pola distribusi hasil pekerjaan petani. Dan ketiga pondok konsumsi, membicarakan pola konsumsi masyarakat. Semua pondok itu, kata Paulus Makarius Dolu, diarahkan untuk menuju ketahanan pangan para petani.
Menurutnya, pola konsumsi juga penting untuk menjaga ketahanan pangan. Sedangkan soal distribusi, Dolu mengatakan, mungkin perlu ke depan adanya lumbung penyimpan produksi petani. Lumbung itu bertujuan menekan membanjirnya produksi pertanian langsung ke pasaran.
Setiap pondok terlihat antusias membicarakan tema-tema yang telah dipercayakan kepada mereka. Selanjutnya mempresentasikan kepada teman petani yang lain. Dolu menambahkan, Mubes berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (15/7). Selanjutnya pada tahun 2014 mendatang, Mubes ke-VII akan digelar di Mbay Kabupaten Nagekeo.
"Dua tahun lalu di Hokeng Flotim, tahun ini Lembata dan dua tahun lagi, di Mbai Nagekeo," kata Dolu. (krf1/ito)
|
|