Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Saling Klaim Menang |
| - |
Yang pasti tidak ada putaran ketiga |
| + |
|
| - |
|
| + |
729 Siswa SMA di NTT Tidak Lulus UN |
| - |
PR untuk gubernur terpilih |
|
INTERNASIONAL
|
Minggu, 01 Jul 2012, | 822
Saat Pulang dari Eropa Suu Kyi Disambut Gempita
|
|
|
Kharisma Aung San Suu Kyi, 67, benar-benar luar biasa di mata para pendukungnya maupun rakyat Myanmar pada umumnya. Buktinya, saat ikon demokrasi Myanmar itu tiba di negerinya kemarin (30/6) setelah mengakhiri tur Eropa di Kota Paris, Prancis, ribuan warga menyambut.
Mereka mengelu-elukan peraih Nobel Perdamaian 1991 tersebut layaknya pahlawan yang baru pulang dari medan perang. ’’Kami bangga kepadamu, Daw Suu!’’ seru pendukung Suu Kyi yang memadati Bandara Internasional Yangon.
Mereka sengaja berjajar di sepanjang pintu keluar bandara untuk menyambut kedatangan kembali anggota parlemen Myanmar itu. Sambil melambai-lambaikan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), para pendukung Suu Kyi terus meneriakkan nama putri pahlawan nasional Myanmar, mendiang Jenderal Aung San, tersebut.
Para pendukung juga mengapresiasi penghargaan (gelar doktor honoris causa) yang diberikan Oxford University kepada ibunda Alexander dan Kim itu. ’’Dirgahayu Doktor Aung San Suu Kyi!’’ lontar massa yang berkumpul di pintu bandara. Suu Kyi yang berjalan melewati kerumunan massa hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Sebelum memasuki mobil yang menantinya di tempat parkir bandara, janda Michael Aris itu menerima kalungan bunga dari panitia penyambutan NLD. Dari bandara, Suu Kyi langsung menuju ke rumah peristirahatannya di tepi Danau Inya, Yangon. Rabu nanti (4/6), dia akan memulai tugasnya sebagai anggota parlemen untuk kali pertama. Saat itu, parlemen dijadwalkan menggelar rapat perdananya dalam formasi lengkap.
Selama dua pekan menjelajah Benua Biru, Suu Kyi singgah di lima negara sekaligus. Yakni, Swiss, Norwegia, Irlandia, Inggris, dan Prancis. Itu merupakan perjalanan pertamanya ke Eropa setelah selama lebih dari dua dekade berstatus tahanan rumah. Selama lawatannya, dia berusaha kuat meyakinkan negara-negara Barat soal perkembangan demokrasi di Myanmar.
Kamis lalu (28/6), saat menutup rangkaian perjalanannya di Prancis, Suu Kyi mengaku siap untuk kembali ke dunia politik. Bahkan, dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk duduk di pemerintahan. Tetapi, saat ini dia akan fokus pada transisi politik Myanmar. Terutama, reformasi politik yang akan menjadi landasan utama pemilihan umum 2015 mendatang. (AFP/AP/hep/dwi/jpnn)
|
|