Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Esthon ke Sumba, Frans di Kupang |
| - |
Anak Timor dan Anak Adonara Tetap Fren |
| + |
|
| - |
|
| + |
Apoteker Ancam Mogok Kerja |
| - |
Kalau Manejemen Sakit Mana Bisa Urus Orang Sakit |
|
KUPANG METRO
|
Minggu, 01 Jul 2012, | 333
Gubernur Bawa Pencemaran Laut Timor
|
|
|
KUPANG, TIMEX-Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menjadi salah satu pejabat yang ikut dalam rombongan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraannya selama dua hari (2-3 Juli) ke Australia.
Memanfaatkan momen tersebut, Gubernur NTT membawa salah satu misi menuntaskan masalah pencemaran Laut Timor yang tak kunjung tuntas sejak sumur minyak Montara di Blok Atlas Barat, Australia Utara meledak dan mencemari perairan Indonesia di Laut Timor, 21 Agustus 2009 silam.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur NTT, Esthon L. Foenay kepada Timor Express, Sabtu (30/6).
Menurut Esthon, agenda ini menjadi salah satu fokus Gubernur NTT dalam kunjungan itu karena akibat pencemaran Laut Timor telah berdampak kerugian besar terhadap kekayaan alam laut NTT, tepatnya di Laut Timor. Kerugian itu misalnya menurunnya jumlah hasil tangkapan ikan nelayan, penemuan kerusakan kekayaan laut seperti kualitas terumbu karang yang memburuk, serta produksi rumput laut yang tidak maksimal.
Esthon mengatakan, kesempatan kunjungan bersama presiden RI itu diharapkan dapat menyelesaikan masalah pencemaran Laut Timor secepatnya. "Mengingat dari berbagai penelitian menujukan dampak kerugian dari pencemaran Laut Timor itu juga telah mencapai angka triliunan rupiah karena terus terjadi degradasi kualitas sumber daya laut yang berdampak luas hingga ke bidang ekonomi masyarakat, terutama masyarakat nelayan dan pesisir pantai NTT," ungkapnya.
Esthon mengutarakan, selain membawa misi penuntasan pencemaran Laut Timor, agenda lain yang dibawa Gubernur NTT adalah rencana pelaksanaan kerjasama investasi dibidang peternakan, pertanian, perikanan dan kelautan. "Ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan program pemerintah seperti menjadikan NTT sebagai provinsi ternak, penghasil ikan dan produksi pangan lokal," kata mantan Kepala Bappeda dan Badan Diklat NTT itu.
Esthon menambahkan, pembahasan kerjasama juga akan menyangkut kesiapan Sail Komodo 2013 serta pembahasan kerjasama lain antara RI-NTT dan pemerintah Australia dibidang pendidikan, perhubungan dan kesehatan.
Esthon menyebutkan, salah satu agenda pembahasan utama yang akan ditindaklanjuti juga adalah kerjasama dibidang industri garam.
Sebagaimana diketahui bahwa, NTT oleh pemerintah pusat telah ditetapkan sebagai salah satu sentra produksi garam nasional, terutama di Kabupaten Kupang, Ende dan Nagekeo.
Karena itu, Esthon mendoakan agar kelak, pengusaha dari Australia juga dapat meningkatkan investasi di NTT. "Dengan terciptanya kerjasama harmonis baik antar pemerintah dan swasta serta antar pengusaha dari kedua belah pihak yang menjadi sumber investasi berharga bagi NTT yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan daerah ke depan," ucap Esthon.
Terpisah, Assisten I Setda NTT, Yohana Lisapaly mengemukakan, usai kunjungan kenegaraan bersama Presiden SBY di Australia, Gubernur NTT mendampingi Presiden dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Timur selama dua hari, 4 - 5 Juli.
Yohana mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka mempertegas NKRI dimana salah satu wilayah Sumba, termasuk pulau Mengkudu merupakan daerah terdepan Indonesia. Selain itu lanjut Yohana Presiden SBY dan rombongan akan memantau kondisi pembangunan di SUmba Timur, baik dibidang pendidikan dan kesehatan serta berbagai objek dan potensi diwilayah tersebut. (mg12/aln)
|
|