KUPANG,TIMEX - Perkembangan fisik atlet PON, khususnya untuk cabang terukur ternyata cukup mengembirakan, dan apa yang yang di prediksi sebelumnya bisa di capai.
Hal ini diungkapkan Konsultan Olahraga KONI Pusat Dr. Dikdik Zafar Sidik, saat memaparkan hasil tes fisik atlet pon dalam rapat evaluasi Pelatda PON yang dilangsungkan di ruang kerja Wagub NTT, Kamis kemarin.
Dalam rapat yang dipandu langsung Wagub/Ketua Harian KONI NTT, Esthon L. Foenay, dan dihadiri Pengprov Cabang Olahraga yang lolos PON, Dr. Dikdik memaparkan bahwa untuk cabang olahraga terukur, dalam hal ini atletik sudah menunjukkan tanda-tanda akan berprestasi di PON nanti.
Dicontohkannya, Oliva Sadi untuk nomor lari 800 meter, dalam tes kemarin mampu mencatatkan waktu 2.11 detik.
"Oliva hanya tertinggal 3 detik dari catatan waktu 2.08 detik, untuk bisa meraih emas," jelasnya seraya mengungkapkan bahwa untuk nomor steple Chase dan juga nomor 1500 meter hasilnya juga tidak jauh berbeda.
Untuk cabang olahraga lainnya kata Dr. Dikdik, berdasarkan parameter tes fisik yakni aerobik dan unaerobik, cabang futsal menctatkan hasil yang mengembirakan untuk kemampuan kecepatan gerak, dengan mencatat skor rata-rata 9 poin per 10 detik.
"Demikian juga untuk akselerasinya telah mumpuni, tetapi belum menjamin karena masih ada kelemahan. Sedangkan hasil tes aerobik juga sudah masuk, namun masih standar minimum," jelasnya.
Masih menurutnya, kemampuan daya tahan yang dimiliki seorang atlet, akan sangat berpengaruh dalam proses pemulihan, sedangkan power endurance juga sudah bagus.
Untuk cabang beladiri, Kempo atlet juga memiliki hasil tes yang bagus, kemampuan juga mumpuni dan diatas rata-rata. "Yang masih kurang adalah kemampuan lengan, yang masih harus ditingkatkan lagi," terangnya.
Kondisi fisik atlet sepak Takraw kata Dr. Dikdik masih perlu kerja keras yang lebih intensif untuk ditingkatkan lagi, karena kemampuan fisi atlet sepak takraw hanya masuk standar minimal.
"Tarung Derajat, lebih dominan power lengannya, karena hasil tesnya masih jauh," tambahnya.
Dijelaskannya, juga, atlet dari dua cabang olahraga yakni Tae Kwon Do dan Pencak silat, tidak mengikuti tes fisik karena sedang menjalani TC di Jakarta, sedangkan Cabang tinju baru menjalani tes sore nanti (kemarin,red).
Untuk meningkatkan apa yang dirasakan masih kurang, Dr. Dikdik merencanakan akan membicarakan hal tersebut dengan para pelatih, untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan dalam dua bulan kedepan guna meningkatan kemampuan fisik para atlet PON NTT.(rum)
|