Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Esthon ke Sumba, Frans di Kupang |
| - |
Anak Timor dan Anak Adonara Tetap Fren |
| + |
|
| - |
|
| + |
Apoteker Ancam Mogok Kerja |
| - |
Kalau Manejemen Sakit Mana Bisa Urus Orang Sakit |
|
OPINI
|
Kamis, 28 Jun 2012, | 147
Mencermati Politik Masyarakat Kota Kupang
|
|
|
(Dalam Pemilukada Putaran Kedua)
Penulis
Oleh. Drs. Mancur Hendrikus
Guru SMA Negeri 1 Kupang Barat
RABU 27 Juni, kemarin 2012 masyarakat mengadakan pesta demokrasi kota Kupang,memilih wali kota dan wakil wali kota. Kedua paket yang hendak berlaga, paket SALAM dan paket JERIKO merupakan dua paket calon vaforit masyarakat kota Kupang.
Keduanya dengan cara masing-masing melakukan pendekatan diri dengan masyarakat, mengunjungi dari tempat ketempat yang berada diwilayah kota Kupang selama kurang lebih sebulan lamanya. Berbagai program pun mereka perkenalkan kepada masyarakat kota Kupang, bahkan berbagai janji pun tidak ketinggalan mereka berikan kepada masyarakat.
Semuanya hanya mau menarik simpatik masyarakat menuju kemenangan pada pemilukada putaran kedua pada tanggal 27 Juni 2012. Nadi kedua paket calon bergetar dan jantung berdebar seakan-akan sedang membakar semangat para pendukung seraya mengharapkan suara hati masyarakat yang ada di kota Kupang tertuju kepada paket calonya.
Sejuta harapan datang menghibur hati menuju keberhasilan yang belum pasti. Kalah memang sudah pasti, tetapi kemenangan yang penuh dengan tanda tanya serta harap-harap cemas. Tetapi tidak pernah satu paket calon pun yang berani mengungkapkan mungkin kami kalah, seakan-akan merasa tabu untuk mengungkapkanya, justru yang sering muncul dalam hati mereka dan dalam ungkapan mereka adalah pekikan kemenangan sudah pasti.
Rupa-rupanya hal ini merupakan penghiburan awal supaya lebih bertahan pada saat mengalami kekalahan. Pantang mundur untuk pasrah diri sebelum menghadapi kenyatan yang sebenarnya yaitu kenyataan kalah. Sebab jika tidak menantang untuk menyangkal suara hati dalam situasi ketidakpastian itu maka akan terjadi berkepanjangan merasa cemas sebelum adanya kepastian menang atau kalah.
Kendatipun itu kenyataan senantiasa selalu hadir dalam hati, tetapi tetap mereka menyatakan apapun terjadi harus selalu menunjukan yang terbaik dihadapan masyarakat setiap pertemuan yang mereka lakukan selama ini, serta tetap menggait suara hati masyarakat dan penuh harapan untuk memperoleh suara terbanyak sebagai pemenang pemilikada dengan demikian telah terwujud nyata impian dan harapan menjadi orang nomor satu di kota Kupang ini.
Dari hari ke hari, seminggu pun tidak terasa telah berlalu, menghabiskan waktu untuk bertemu dengan masyarakat kota Kupang.Karena tidak ada kesempatan kompanye untuk mengumpulkan masa seperti pada masa sebelum pemilikada putaran pertama yang lalu. Pada putaran kedua ini hanya ,mengunjungi masarakat untuk berdialog dari hati kehati.
Hal ini memang merupakan suatu pendidikan politik yang paling praktis tidak ada pemborosan dalam pemanfaatan dana kompanye.Bukan berarti tidak memberi kebebasan kepada masing-masing paket untuk menyumbar segala pencerahan politik sesuai kemampuan, tetapi justru sebagaimana biasanya kiprah politik yang wajar-wajar.
Adapun masing-masing paket pasti menyebarkan isu politik, memperkenalkan semua program kepada masyarakat sebagai Visi dan misi untuk lima tahun kedepan kota Kupang. Bahkan mereka pun memberikan janji-janji kepada masyarakat. Hal ini merupakan wajar dalam berpolitik, bukan hal yang baru.
Sehingga penulis mangatakan ini merupakan kebudayaan politik masyarakat bangsa Indonesia. Sebab politik telah mempunyai target pencapaian politik secara matematis,untuk memenangkan paket calaon dalam pemilihan. Entah janji tepat atau tidak, janji tinggal janji. Karena janji politik itu berubahnya seiring dengan perubahan waktu, waktu berlalu maka janji pun telah berlalu juga. Janji memang penuh harapan tetapi tidak semua janji selalu harus terpenuhi dan biasanya janji politik itu kadang-kadang kebanyakan cepat lupa.
Tetapi sebenarnya calon pemimpin tidak perlu membuat perjanjian kepada masyrakat, karena ketika telah menjadi pemimpin merupakan kewajibanya untuk mensejahterakan masyarakatnya, bukan karena ada perjanjian. Karena secara logika berpikir yang cerdas, kecuali janji kepada masyarakat adalah milik pribadi untuk memberikan kepada masyarakat, tetapi janji milik negara maka negara mempunyai kewajiban besar untuk membangun bangsa dan negara ini termasuk masyarakat di kota Kupang ini.
Hari Rabu tanggal 27 juni 2012 telah berlalu, pemilukadapun telah usai.
Bagaimana dengan politik masyarakat kota Kupang terhadap pemilukada putaran kedua ini? Percaya bahwa semua masyarakat pemilih di kota Kupang adalah pemilih cerdas. Sehingga tidak terpengaruh dengan segala iming-iming dari paket calon tetapi sudah mengarahkan hati nurani sendiri untuk menentukan pilhan.
Karena semua masyarakat sekarang, telah memahami tentang politik Zaman sekarang. Hanya yang diharapkan oleh masyarakat kota Kupang adalah pemimpin yang berani memberikan janji kepada masyarakat untuk tidak menjadi pemimpin yang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dan masyarakat Kupang sangat mengharapkan hadirnya pemimpin yang tidak membodohi masyarakat, jujur, relah berkorban tetapi bukan pemimpin rela mengorbankan masyarakat.
Masyarakat kota Kupang sangat mengharapkan hadirnya pemimpin yang dapat merubah pola pembangunan serta pola pikir masyarakat kota Kupang dari sikap pasrah menjadi masyarakat berusaha untuk membangun kehidupanya.
Masyarakat kota Kupang sangat mengharapkan hadirnya pemimpin yang membuat masyarakat kaya tetapi bukan pemimpin yang memperkaya dirinya.Masyarakat kota Kupang sangat mengharapkan hadirnya pemimpin yang memberdayakan masyarakatnya, benar-benar wujud nyata tetapi bukan janji.
Masyarakat kota Kupang sangat membutuhkan hadirnya pemimpin yang mampu mempersatukan semua perbedaan yang terjadi di masyarakat termasuk perbedaan dalam pemilihan berpolitik, merangkul semua kalangan masyarakat yang ada di kota Kupang ini, baik itu pendukung ataupun bukan pendukung (lawan politik) untuk membangun kota Kupang pada masa lima tahun kedepan.
Keteladanan pemimpin sangat menentukan berhasilnya pembangunan kota Kupang lima tahun kedepan. Keteladanan pemimpin akan dapat menciptakan suasana batin masyarakat kota Kupang yang aman, tentram, damai dan sejahtera. Karena kota Kupang adalah kota penuh kasih sayang.
Adapun salah satu paket calon wali kota dan wakil wali kota dengan tegas ( baca TimEx Sabtu 16 juni 2012) menjajikan kepada masyarakat kota Kupang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat adalah JAMKESDA sebagai program unggulan dari paketnya. Masyarakat kota Kupang sangat respon positif terhadap program ini, sebab program ini bukan program baru sehingga di harapkan jangan hanya janji belaka tetapi harus pasti dan bukti, karena bukan janjinya yang masyarakat harapkan tetapi kenyataan.
Tetapi mungkin pembaharuan yang perlu di bena dan di bina secara profesional adalah bagaimana bentuk pelayanan rumah sakit itu sendiri terhadap pasien Jamkesda dan pasien umum. Sebab pengalaman telah berlalu bahwa pelayanan terhadap pasien belum maksimal secara khusus pasien Jamkesda.
Masyarakat kota Kupang sangat mengharapkan pemimpin yang bukan sinistik tetapi mengharapkan pemimpin yang Sinergik untuk membangun kota Kupang Lima tahun kedepan. Soal diperdakan tentang Jamkesda ya memang kewjiban dari pemerintah dalam hal ini wali kota dan wakil wali kota yang terpilih, siapapun pemenangnya.
Ingat, janji jangan janji politik tatapi bukti. Sebab masyarakat kota Kupang tidak bingung untuk menentukan pilihan pada saat tanggal 27 juni 2012, tetapi yang membingungkan masyarakat adalah semua janji-janji dari kedua paket calon.
Mengapa menjadi bingung? Karena pengalaman masyarakat, pada saat kompanye janji begitu indah, lancar bahkan paket calon memberikan janji tidak bingung sedeikitpun apa yang mereka janjikan kepada masyarakat, tetapi begitu telah menjadi wali kota dan wakil wali kota, bukan masyarakat yang bingun, tetapi justru merekalah yang menjadi bingung itulah yang disebut menjadi bingung sendiri.
Mudah-mudahan siapapun yang terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota Kupang peride 2012 sampai dengan 2017 tidak menjadi bingung sendiri akibat dari banyaknya janji kepada masyarakat selama ini.
Semoga.
|
|