Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Esthon ke Sumba, Frans di Kupang |
| - |
Anak Timor dan Anak Adonara Tetap Fren |
| + |
|
| - |
|
| + |
Apoteker Ancam Mogok Kerja |
| - |
Kalau Manejemen Sakit Mana Bisa Urus Orang Sakit |
|
SPORT
|
Jumat, 13 May 2011, | 4435
NTT Tuan Rumah STE 2011
|
|
|
KUPANG,Timex-NTT kembali mendapat kepercayaan untuk menggelar even olahraga bertaraf nasional pada tahun 2011. Ini sejalan dengan keluarnya Surat keputusan (SK) PB Pertina yang memberikan kepercayaan kepada NTT untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) 2011.
Hal ini terungkap dalam rapat yang dilangsungkan di ruang kerja Wagub NTT, Esthon L. Foenay, kamis (12/5) kemarin. Hadir dalam rapat tersebut, sekum KONI NTT, George Hadjoh, Ketua PW NTT, Dion DB. Putra, Pengurus Pertina NTT seperti Hermensen Balo, dan Ary Mulyadi serta sejumlah pengurus KONI NTT lainnya.
wagub yang juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI NTT, dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh PB Pertina, NTT dalam hal ini pengprov Pertina NTT ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan STE.
Sehubungan dengan penunjukan tersebut, maka Pertina NTT diminta untuk segera menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menindaklanjuti SK PB Pertina itu, Esthon dalam rapat tersebut meminta masukan dari seluruh peserta rapat terkait dengan susunan kepanitiaan, waktu pelaksanaan, akomodasi peserta hingga teknis pelaksanaan kejuaraan ini nantinya.
Dari sumbang saran dan masukan yang di sampaikan, disepakati untuk memberikan kepercayaan kepada Rektor Universitas PGRI, Samuel Haning yang juga Pengurus Pertina NTT sebagai ketua Umum panitia.
Sedangkan Sipri seko dari SIWO PWI dipercaya sebagai ketua pelaksana. Untuk susunan kepengurusan lengkap, diserahkan sepenuhnya kepada PWI dan Pertina NTT untuk melengkapinya, dengan melibatkan juga para pemerhati olahraga dan insan pers lainnya.
Yang sedikit alot dibicarakan dalam rapat tersebut, berkaitan dengan waktu pelaksanaan mengingat padatnya agenda kejuaraan baik itu Pra PON maupun Kejurnas, sehingga ditetapkan dua alternatif waktu pelaksanaan kejuaraan ini yaitu pada bulan Juli dan pada bulan Desember 2011 bertepatan dengan perayaan HUT NTT.
Jika diselenggarakan pada bulan Juli, Esthon meminta agar susunan kepengurusan dapat segera dirampungkan untuk segera diusulkan kepada PB Pertina. Namun persiapan lainnya sudah harus berlangsung mengingat waktu yang sangat mepet, sehingga koordinasi dengan PB Pertina harus intens dilakukan, termasuk untuk mendapatkan daftar nama atlet yang boleh mengikuti kejuaraan ini.
Demikian juga dengan Rencana anggaran biaya kejuaraan ini agar secepatnya disusun, sehingga bisa di peroleh kepastian berapa dana yang dibutuhkan untuk menggelar kejuaraan ini, baik yang bersumber dari APBD I, PWI, PB Pertina maupun dari pra sponsor.
Kejuaraan ini diperkirakan akan diikuti kurang lebih 400 orang attlet dan pelatih dari seluruh Indonesia, dimana kedatangan peserta nantinya akan disambut dalam sebuah acara welcome party bersama gubernur NTT.
Selain itu, Esthon meminta agar para petinju NTT yang memiliki potensi dari berbagai kabupaten/Kota se NTT dapat di persiapkan dengan baik sehingga bisa ambil bagian dalam STE ini, dan mengharapkan agar kejuaraan ini bisa dimanfaatkan untuk promosi dan investasi seperti vote komodo, sail Komodo 2013 dan musik sasando tradisional.
Untuk diketahui, STE merupakan ajang kejuaraan yang diikuti oleh para petinju terbaik dari seluruh Indonesia di 17 kelas yang di pertandingkan. Bahkan atlet tinju yang boleh mengikuti kejuaraan ini ditentukan oleh PB Pertina berdasarkan prestasi yang di raih dari berbagai ajang kejuaran tinju.(rum)
|
|