Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
KUPANG METRO
|
Selasa, 27 Jul 2010, | 159
Kunker Kapolri Disambut Demo Wartawan Dilarang Wawancara
|
|
|
KAIN TIMOR: Wagub NTT, Esthon Feonay memakaikan kain adat Timor kepada Kapolri Jend. Pol. Bambang Hendarso Danuri sesaat setelah tiba di bandara El Tari, Senin (26/7) kemarin.(FOTO:FERDY TALOK/TIMEX)
KUPANG, Timex--Kunjungan perdana Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri ke Provinsi NTT disambut demo mahasiswa yang tergabung dalam Front Solidaritas Penyelamat Demokrasi (FSPD) Kota Kupang, Senin (26/7) kemarin.
FSPD yang terdiri dari LMND Kota Kupang, PMKRI St. Fransiskus Xaverius Cabang Kupang, PRD NTT, SRMI NTT dan Jaker berjumlah sekitar 30 orang menggelar aksi demo tepat di depan Mapolda NTT.
Demo FSPD yang digelar pukul 08.00 Wita sebagai aksi solidaritas atas meninggalnya salah seorang aktivis STKIP di Garut, Jawa Barat, Senin (19/7) lalu akibat ditembak di bagian kepala.
Sejumlah poster diusung mahasiswa bertuliskan "Aktifis Bukan Terorisme", "Hentikan Prostitusi Listrik", Kapolri Datang Tidak Menyelesaikan Masalah" dan "Polisi Adalah Pelindung Rakyat Bukan Pembunuh Rakyat".
Koordinator FSPD Kota Kupang, Manuel Alberto Maia di sela-sela aksi mengatakan pihaknya memilih moment yang sangat tepat karena bertepatan dengan kunjungan Kapolri ke NTT.
"Aksi tuntutan kami yang utama adalah menyampaikan pernyataan sikap kami ke Kapolri agar bisa ditindaklanjuti, sementara yang lainnya seperti mengadukan masalah yang sama juga ke DPRD NTT," kata Albertho.
Ia menambahkan penembakan yang mengakibatkan salah seorang aktifis dari STKIP, Garut merupakan salah satu pelanggaran HAM berat. "Saya atas nama semua anggota FSPD Kota Kupang mengecam tindakan yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian dengan menembaki Herman yang adalah seorang aktifis dari STIKIP Garut," bebernya.
Sementara, dalam pernyataan sikapnya FSPD menuntut Polri segera mengusut tuntas kasus penembakan ini dan memberi sanksi seberat-beratnya terhadap oknum Polri pelaku penembakan tersebut.
FSPD juga menuntut Polri melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya motif politik di balik kasus penembakan tersebut dan meminta Komisi III DPR RI melakukan investigasi. Mereka juga menuntut Komnas HAM untuk melakukan investigasi lapangan untuk mencari fakta mengenai motif di balik penembakan tersebut.
Kapolri, Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri dan rombongan tiba di Kupang sekira pukul 12.45 Wita menggunakan pesawat Polri. Kapolri
Bambang Hendarsp Danuri didampingi didampingi Danko Brimob, Irjen Pol Syarif Aksar, Kepala Telematika Polri, Irjen Pol Yudi dan Pati Mabes Polri Irjen Pol. Sunarko DA.
Kedatangan orang nomor satu di tubuh Polri ini diterima Kapolda NTT, Brigjen Pol. Yorry Yance Worang, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Wagub, Esthon Foenay, Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek dan pejabat lainnya.
Dalam sambutannya di ruang VIP bandara El Tari, Kapolri, Bambang Hendarso Danuri menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya seluruh elemen masyarakat, menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat di NTT. Karena itu Bambang Hendarso Danuri yang akrab disapa BHD meminta seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua elemen, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di NTT.
Ia juga meminta agar seluruh lapisan masyarakat terutama tokoh agama, tokoh masyarakat supaya mengingatkan, menegur dan menjewer, jika dalam perjalanan, ada kesalahan yang dilakukan anggotanya.
Kepada anggota Polri, BHD menegaskan supaya menjalankan tugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan sebaliknya. Sedangkan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengaku situasi keamanan dan ketertiban di NTT sangat kondusif. Karena itu ia mengharapkan kepolisian dan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban dapat terus bekerjasama menciptakan NTT yang aman dan damai.
Sayang, dalam kunjungan ke NTT, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dilarang untuk diwawancarai tanpa alasan yang jelas.
Kabid Humas Polda NTT, Kompol Okto Riwu dengan nada kurang bersahabat malah mengatakan bahwa Kapolri tidak bisa diwawancara apalagi di door stop. "Kalau ada yang door stop berhadapan dengan saya," ujarnya ketus kepada wartawan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan kunjungan Kapolri ke NTT sekaligus untuk berpamitan karena akan segera memasuki masa pensiun pada Oktober 2010 mendatang. (mg-10/lok)
|
|