Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
RAKYAT SUROSA
|
Senin, 26 Jul 2010, | 67
Aktivitas DRPD Belum Berjalan Maksimal
|
|
|
MENIA, Timex - Aktivitas DPRD Kabupaten Sabu Raijua belum berjalan maksimal seturut harapan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua. Pasalnya, walau lembaga ini telah membentuk alat kelengkapan dewan, namum hingga saat ini aktivitas di dewan belum nampak.
Demikian disampaikan sekretaris Lembaga Pemberdayaan Pemuda Sabu Raijua (LP2SR), Dominggus Thalo kepada Timor Express belum lama ini di Seba. Dikatakan, ada berbagai agenda yang sudah harus berjalan, namun karena anggota dewan sering tidak berada di Sabu Raijua, maka tugas dan agenda yang harusnya mereka jalankan tidak bisa dilakukan secara baik.
"Kita dulu berharap agar setelah pelantikan pimpinan definitive, semua sudah bisa berjalan maksimal. Tapi nyatanya, sampai sekarang belum ada kegiatan apa-apa di dewan. Sebagai masyarakat, kita tentu mengingatkan mereka. Sebab, merekalah yang kita pilih dan kita percayai sebagai wakil kita di sana, sehingga jangan sampai mereka mengecewakan kita," ungkap Dominggus.
Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Sabu Tengah, Yermias Huru. Yermias menginginkan agar anggota dewan segera melakukan tugas dan tanggungjawabnya, sehingga apa yang menjadi pengeluhan masyarakat bisa disikapi dan ditindaklanjuti.
"yang disayangkan setiap ada penerbangan pesawat baik dari Kupang atau dari Sabu, ada saja anggota dewan yang ada didalamnya. Sehingga, kami bertanya-tanya mereka ini buat apa ke Kupang terus. Padahal kan mereka tugasnya di Sabu. Itu yang kita pertanyakan," kata Yermias.
Terpisah, ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Ruben Kale Dipa mengatakan, tidak benar kalau dewan tidak bekerja atau hanya berdiam di tempat. Sebab, ada beberapa agenda yang memang sudah berjalan seperti rapat dengar pendapat dengan komisi-komisi serta kunjungan kerja ke lapangan dalam rangka melihat langsung setiap laporan yang datang dari masyarakat.
"Jadi setelah kita bentuk alat kelengkapan dewan, kita sudah langsung action seperti acara dengar pendapat dengan mitra komisi-komisi dalam mencari jalan keluar terhadap berbagai masalah yang terjadi. Misalnya, komisi B mereka sudah langsung melakukan rapat dengar pendapat dengan dinas terkait masalah kelangkaan BBM di Sabu Raijua," jelas Ruben.
Diakui ada beberapa agenda yang masih tertunda seperti penetapan jadwal kegiatan dewan, pembentukan badan kehormatan dan agenda lainnya karena harus dihadiri semua anggota dan unsur pimpinan dewan. “Sehingga jika semuanya sudah berada di tempat, kita sudah bisa melaksanakan agenda yang tertunda itu," ungkap Ruben.
Menurutnya, ada satu agenda yang cukup penting yang harus dilakukan yakni sidang perubahan anggaran. Namun itu tidak bisa terlaksana jika eksekutif belum menyiapkan materi untuk disidangkan. Karena itu, Ruben mengharapkan pemerintah sudah bisa menyiapkannya dalam waktu dekat, karena saat ini sudah hampir memasuki bulan Agustus.
"Dalam waktu dekat dewan akan segera melakukan rapat perubahan anggaran, sehingga jika semua materi sudah disiapkan pemerintah, dewan tinggal menetapkan jadwal untuk bersidang. Jadi prinsipnya kita sudah siap, tinggal dari pemerintahnya saja mereka sudah siapkan materinya atau belum. Itu yang belum kita tahu," pungkas Ruben. (kr9)
|
|