Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
RAKYAT SUROSA
|
Jumat, 23 Jul 2010, | 61
Dua Tahun Anggaran, Dana IMS Rp 1,5 M
|
|
|
Ditambah Setelah Dievalusasi
WAINGAPU, Timex - Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora mengungkapkan, sejak tahun anggaran 2009, jumlah dana yang dialokasikan dalam program inisiatif masyarakat setempat (IMS) sebanyak Rp 1,5 miliar.
Menurut Gidion kepada Timor Express di Waingapu, Kamis (22/7) kemarin, dana tersebut diperuntukkan bagi warga kurang mampu melalui lembaga-lembaga agama yang ada di Sumba Timur.
“Kita salurkan dana tersebut melalui lembaga-lembaga agama yang ada di Sumba Timur. Tujuannya, untuk memberdayakan ekonomi warga khusus yang kurang mampu,” terangnya.
Mantan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setda Sumba Timur ini menegaskan, dana IMS dengan sistem bergulir dialokasikan pemerintah setelah disetujui DPRD sebagai representasi rakyat Sumba Timur.
Warga penerima dana tersebut kata Gidion, dikelompokkan dengan jenis usaha masing-masing dan akan dievaluasi tingkat keberhasilan dan pengembalian yang selanjutnya disalurkan pada warga yang lain.
“Tapi tetap dengan pertimbangan utama bahwa yang menerima dana tersebut adalah warga kurang mampu dari sisi ekonominya. Ini dalam rangka pemerintah mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur,” tandasnya.
Kemungkinan adanya penambahan dana tersebut di tahun anggaran 2011, menurut Gidion, tergantung hasil evaluasi di tahun anggaran berjalan. “Bila berhasil, kita bisa menambah alokasi dana IMS di tahun anggaran 2011. Untuk itu, saya menghimbau warga penerima dana tersebut bisa memanfaatkan program ini dengan baik dengan menjaga kepercayaan.
Ini juga berlaku bagi lembaga-lembaga agama yang menyalurkan dana IMS agar lebih selektif menentukan siapa yang paling berhak menerima dana tersebut,” tambahnya seraya mengingatkan agar dana IMS tidak dimanfaatkan untuk kepetingan politik tertentu.
Terpisah, ketua Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq mengatakan, DPRD tetap melakukan pengawasan terhadap penyaluran dan pemanfaatan dana tersebut. “Karena dana IMS juga berasal dari APBD Sumba Timur sehingga penyaluran dan pemanfaatannya harus diawasi baik oleh DPRD, maupun oleh Pers dan LSM juga oleh seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sumba Timur ini,” jelas ketua Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Islam (YAPPI) Sumba Timur ini.
Hal senada disampaikan wakil ketua DPRD Sumba Timur, Amos Landu Mandjapraing. Amos meminta pemerintah tidak mengajukan dana tambahan IMS di tahun anggaran 2011 bila tidak disertai evaluasi terhadap penyaluran dana tersebut ditahun anggaran sebelumnya.
“Kita tentu tidak akan merealisasikan keinginan pemerintah terkait program IMS itu di tahun anggaran 2011 nanti tanpa disertai dengan evaluasi akan penyaluran dan pemanfaatan dana tersebut dalam dua tahun anggaran, 2009 dan 2010,” tukasnya. (jun)
|
|