Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
OPINI
|
Kamis, 22 Jul 2010, | 142
Penanganan Pencemaran Minyak(1)
|
|
|
(Usulan untuk Timnas Advokasi Laut Timor)
Oleh: Prof. M.A. Noach, Ph.D., M.Ed.
Perbandingan Penanganan Pencemaran Laut akibat tumpahnya minyak karena meledaknya ladang minyak: Anjungan West-Atlas - Montara di Laut Timor
Data & Fakta:
1) Anjungan West Atlas – Montara di operasikan oleh PTTEP Australasia
2) Tumpahan Minyak Mentah: ±1.200.000 galon minyak (s/d 3 Nov 2009) (sumber: WWF Australia: >400 barel/hari per hari; sumber lain: antara 400-2.000 barel/hari);
3) Penyebab dan lamanya kejadian:
Terbakarnya anjungan minyak lepas pantai MONTARA yang dioperasikan oleh perusahaan Thailand PTTEP Australasia; Lamanya: 74 hari (21 Agustus s/d 3 November 2009) (sumber: WWF Australia, ABC News, ANTARA, KOMPAS)
4) Korban dan kerusakan:
-Diakui sebagai bencana terbesar dalam sejarah tumpahnya minyak dalam sejarah Australia; tidak ada korban jiwa; ikan lumba-2 fraser; 16.000 penyu hijau dan hitam; 30.000 ular laut; beragam burung laut; berbagai jenis terumbu karang. (sumber:WWF Australia)
-Hancurnya kawasan seluas 16.420 KM2; kerusakan lingkungan dari sisi biofisik, psikologis dan sosial ekonomi; banyak biota laut terancam, termasuk terumbu karang, rumput laut, ikan, dll. Yg mengakibatkan terpukulnya perekonomian nelayan dan masyarakat pesisir Pulau Timor , Pulau Rote dan Pulau Sabu; ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Timor Barat dan kepulauan sekitarnya bila mengkonsumsi ikan yang tercemar. (sumber: KOMPAS, LIPI)
5) Penanganan:
a) Pengakuan akan terjadinya bencana:
Pihak Australia: Menteri Energi & Sumber Daya Baru Australia memberi respon 8 hari setelah kebocoran tdk terkendali. Sdgkan PM Australia tdk memberikan respon yang memadai. Dlm pernyataan keduanya, walau sebutkan sebagai “mengerikan”, jelas dikatakan “tdk ada risiko lingkungan”. (sumber: WWF Australia – blog analisis INSURE); Pemerintah Australia, via Manajer Humas Kedubes di Jkt akui bahwa wilayah perairan Laut Timor sudah tercemar, dan telah melewati ZEE Indonesia. Pemerintah Australia secara resmi telah menyampaikan hasil pantauan tsb ke Pemerintah RI. Katanya: “Australia telah mengambil langkah-2 yg ekstensif untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari tumpahan minyak akibat meledaknya ladang minyak Montara di Laut Timor beberapa waktu lalu," Namun, jenis dan jumlah minyak yang terpantau di ZEE Indonesia dinilai tidak mengakibatkan ancaman yang signifikan terhadap lingkungan laut. (sumber: KOMPAS)
Pihak Indonesia: Sangat pasif. Pemerintah Pusat maupun PEMDA NTT (yg masyarakatnya berisiko langsung pencemaran tsb) sangat lamban mengambil sikap. (sumber: Blog Analisis INSURE, KOMPAS, Timor Express, KIARA)
b) Sumber daya yang dikerahkan untuk mengatasi dampak:
Pihak Australia: Pemerintah Australia telah membentuk Komisi Penyelidikan Tumpahan Minyak Montara. Atas permintaan Komisi ini, Leeders Consulting Australia melakukan uji analisis sampel minyak & air dr Laut Timor di perairan Indonesia dan terbukti bahwa kandungan minyak yang mencemari perairan Indonesia berasal dari ladang Montara. (sumber: ANTARA, KOMPAS, LIPI). Meskipun demikian, hanya 247 personalia yang dilibatkan untuk mengatasi bencana ini (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE; AMSA)
Pihak Indonesia: Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut (PKDTML) yg dibentuk pemerintah pusat baru bekerja melakukan survei pada Feb 2010. Demikian pula pembentukan TIM ADVOKASI dan ditunjuknya Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah yang sangat terlambat, yaitu baru pada bulan Juli 2010. (sumber: ANTARA, KOMPAS, Blog Analisis INSURE)
c) Tanggapan terhadap tawaran bantuan dari industri, negara ataupun badan internasional:
Pihak Australia: PTTEP menolak tawaran bantuan dari industri lain (terutama tawaran relief well dari Woodside) (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE)
d) Peta tumpahan dan penyebaran:
Pihak Australia: Peta yang disediakan oleh AMSA selama insiden sangat terbatas. Full extent tidak terungkap sampai ada permintaan resmi (April 2010) (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE; AMSA)
e) Relief Wells (Sumur Penyelamat):
Pihak Australia: Satu relief well dibor oleh kontraktor PPTEP. Pengeboran dimulai 24 hari setelah kebocoran menjadi tidak terkendali. (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE)
f) Inspeksi Sumur:
Pihak Australia: Tidak ada informasi mengenai pemeriksaan sumur lain pada platform Montara, atau disekitarnya. (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE)
g) Jeda pengeboran baru selama penyelidikan:
Pihak Australia: Tidak menghentikan eksplorasi migas sampai menunggu penyelidikan. PPTEP malah diberi lisensi untuk operasi pengeboran baru (Oliver field) sdgkan kebocoran asli tetap tidak terkendali. (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE)
h) Komitmen Kompensasi:
Pihak Australia: Belum ada penjelasan.
Pihak Indonesia: Hitungan Kementerian LH, nilai ganti rugi langsung & tidak langsung: Rp 247 milyar. Dari nilai tersebut, nilai kerugian langsung mencapai Rp 42,2 miliar. (sumber: KOMPAS; LIPI). Tim Advokasi dan adanya penunjukan Staf Khusus Presiden mulai menunjukan keseriusan Pemerintah untuk segera melakukan verifikasi kerugian kasus Montara. (sumber: ANTARA)
i) Penanganan Tuntutan Hukum:
Pihak Australia: Belum ada penjelasan.
Pihak Indonesia: Belum ada tuntutan hukum resmi dari Indonesia, kecuali yang dilakukan oleh LSM YPTB kepada Komisi Penyelidik Australia. (sumber: ANTARA)
j) Penelitian Khusus:
Pihak Australia: Sesuai kesepakatan dgn Menteri LH Australia, PTTEP setuju mendanai suatu program pemantauan yang terus-menerus dalam 2 tahun di Laut Timor, yang mencakup survei kehidupan laut, penelitian satwa liar dan habitat, kualitas air, pengaruh terhadap pantai serta penilaiannya. (sumber: berita2.com)
Anjungan Deepwater Horizon di Teluk Meksiko
Data & Fakta:
1) Anjungan Deepwater Horizon di operasikan oleh British Petroleum
2) Tumpahan Minyak Mentah: ±184.000.000 galon minyak (s/d tgl 16 Juli 2010) (sumber: AP)
3) Penyebab dan lamanya kejadian:
Terbakarnya anjungan minyak lepas pantai DEEPWATER HORIZON yang dioperasikan oleh British Petroleum; Lamanya: 87 hari (20 April s/d 16 Juli 2010) (sumber: AP)
4) Korban dan kerusakan:
Diakui sebagai bencana terbesar dalam sejarah tumpahnya minyak dalam sejarah AS; ada 11 korban jiwa; ikan lumba-2; ikan paus; beragam ikan, termasuk tuna; beragam kepiting, udang, cumi-2; penyu; beragam burung laut; beragam jenis terumbu karang (sumber: WWF AS, berdasarkan data tertgl 13 Juli 2010 dari angka konsolidasi jumlah ikan dan satwa liar yang terkena dampak pencemaran tumpahan minyak, yang dilaporkan ke Unified Area Command oleh U.S. Fish and Wildlife Service (USFWS), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), komando wilayah bencana, pusat rehabilitasi dan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya)
5) Penanganan:
a) Pengakuan akan terjadinya bencana:
Pihak BP: Mengakui terjadinya bencana karena terbakarnya salah satu ladang minyak yang dioperasikannya; memberikan komitmen untuk menangani masalah tersebut secara professional dan optimal; dan dengan rendah hati memohon maaf terhadap semua pihak yang telah menjadi korban (sumber: BP)
Pemerintah AS: Presiden Barrack Obama memberi respon 10 hari setelah kebocoran. (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE); Pemerintah AS juga menetapkan Unified Area Command (UAC), badan yang dipimpin US Coast Guard, akan selalu berkoordinasi dengan BP. (sumber: publikasi resmi Pemerintah AS dan media setempat)
b) Sumber daya yang dikerahkan untuk mengatasi dampak:
Pihak BP: Dikerahkan lebih dari 37.000 personalia, 4500 vessels dan 100 aircraft dalam mengatasi bencana (sumber: BP)
Pemerintah AS: Semua pejabat AS yang terkait dilibatkan secara aktif, demikian halnya imbauan kepada setiap anggota masyarakat untuk terlibat aktif. (sumber: publikasi resmi Pemerintah AS dan media setempat)
c) Tanggapan terhadap tawaran bantuan dari industri, negara ataupun badan internasional:
Pihak BP: Bekerja proaktif dan bekerjasama dengan perusahaan migas dunia (sumber: BP; WWF Australia – Blog Analisis INSURE; Deplu AS)
Pemerintah AS: Pemerintah AS menerima dengan tangan terbuka tawaran dari 17 negara dan 4 badan internasional untuk membantu membersihkan dan mengatasi tumpahan minyak BP di Teluk Meksiko. (sumber: Publikasi resmi Pemerintah AS)
d) Peta tumpahan dan penyebaran:
Peta interaktif tentang tumpahan dan penyebarannya berdasarkan citra satelit yang disediakan NOAA (sumber: NOAA, BP, WWF Australia – Blog Analisis INSURE)
e) Relief Wells (Sumur Penyelamat):
Pihak BP: Melakukan dua relief well. (sumber BP; WWF Australia – Blog Analisis INSURE)
f) Inspeksi Sumur:
Pemerintah AS: Mineral Management Services langsung melakukan inspeksi ke semua sumur di Teluk Meksiko. (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE); Meskipun demikian, ada informasi bahwa anjungan Deepwater Horizon tidak mengikuti inspeksi wajib sebanyak 16 kali sejak Januari 2005. (sumber: Parent Advocate Org)
g) Jeda pengeboran baru selama penyelidikan:
Pemerintah AS: Semua eksplorasi minyak dan gas lepas pantai yang baru dihentikan menunggu penyelidikan insiden Deepwater Horizon. (sumber: WWF Australia – Blog Analisis INSURE, KIARA)
h) Komitmen Kompensasi:
Pihak BP: Atas tekanan Pemerintah AS, BP telah setuju untuk memberikan US$ 20 miliar selama periode empat tahun dengan rincian US$ 5 miliar per tahun, termasuk US$ 5 miliar selama 2010. Ini diluar beberapa biaya yang sudah dikeluarkan selama ini maupun Dana Riset untuk GRI. (sumber: Publikasi resmi Pemerintah AS, AP)
Pemerintah AS: Menjadikan penyelesaian bencana tumpahnya minyak Deepwater Horizon sebagai salah satu prioritas pemerintahan Obama. Dana BP ini akan dikelola oleh pengacara terkenal Kenneth Feinberg, yang sebelumnya memimpin pengelolaan klaim kompensasi para korban serangan teroris 11 September 2001.
i) Penanganan Tuntutan Hukum:
Pihak BP: Dari 74.000 tuntutan yg masuk s/d bln Juni 2010, 39.000 tuntutan atau >52%-nya sdh diselesaikan. BP juga menyediakan informasi lengkap pada situsnya mengenai cara-cara mengajukan klaim. (sumber: BP)
j) Penelitian Khusus:
Pihak BP: BP berkomitmen untuk memberikan bantuan dana sejumlah total US$ 500 juta selama 10 tahun untuk membangun program riset independen, bernama “the Gulf of Mexico Research Initiative (GRI)”. (sumber: BP)
Pemerintah AS: Presiden AS membentuk KOMISI 7 (karena terdiri dari 7 orang) untuk mempelajari tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Komisi ini berperan penting dalam usaha membuat rekomendasi tentang bagaimana masa depan pengeboran minyak lepas pantai di AS. Tugasnya adalah mengetahui apa yang menyebabkan ledakan di serta membuat usulan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah terulangnya tragedi tsb. (sumber: Reuters, Detik.com).
Komentar dan Usul saya:
1. Hendaknya apa yang dilakukan oleh Presiden AS, Barrack Obama, dalam menangani tumpahan minyak dan gas di Teluk Meksiko, dapat menjadi teladan bagi Pemerintah Indonesia dalam menghadapi pihak Australia sehubungan dengan tumpahnya ± 1.200.000 galon minyak mentah bercampur gas, kondensat dan zat timah hitam serta zat-zat kimia lainnya ke perairan Laut Timor, yang membuat kehidupan dan lingkungan di Laut Timor tercemar.
2. Sikap Pemerintah Inggris dan British Petroleum yang menunjukkan penyesalan mendalam mereka, dengan antara lain, berulang kali meminta maaf secara terbuka kepada Pemerintah dan Rakyat AS atas pencemaran yang terjadi, sungguh patut diteladani. Apakah Australia sudah meminta maaf kepada Indonesia?
3. Kompensasi atas pencemaran oleh musibah anjungan West Atlas Montara tersebut seharusnya diusulkan oleh Pemerintah Australia kepada PTTEP Australasia, dan bukannya diminta oleh Pemerintah Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah AS terhadap British Petroleum. Sebagai negara sahabat dan salah satu tetangga terdekat Indonesia, sewajarnya Australia memperlakukan Indonesia secara setara, dan bukannya tawar-menawar dengan Pemerintah Indonesia terkait pencemaran di Laut Timor (wilayah Provinsi NTT).
4. Walaupun dengan prinsip “reimbursable basis”, kerendahan hati Pemerintah AS dan British Petroleum untuk menerima berbagai tawaran bantuan dari kalangan industri minyak dan gas bumi dunia, negara-negara lain maupun badan-badan internasional, sungguh sangat dihargai dan patut ditiru.
5. Penangguhan pengeboran minyak dan gas bumi yang baru di Laut Timor selama masa penyelidikan, sebagaimana yang dilakukan Pemerintah AS, sangat perlu dilakukan. Demi tuntasnya penyelidikan dan penanganan pencemaran Laut Timor karena meledaknya ladang minyak Montara, sebaiknya semua pengeboran minyak dan gas yang baru di Laut Timor ditangguhkan. Kehidupan Laut dan masyarakatnya dirasakan tidak akan sanggup menghadapi bencana serupa, jika hasil penyelidikan tidak menjadi acuan bagi tindakan preventif di masa-masa mendatang.
6. Ada beberapa poin penting yang perlu digaris-bawahi juga yaitu:
a. Menyangkut pencegahan bencana yang sama di kemudian hari:
• Perlu adanya laporan resmi dari pihak yang berwenang di Australia bahwa semua pengeboran lepas pantai di Laut Timor, telah diinspeksi sesuai standar internasional;
• Australia perlu menjamin secara resmi bahwa operasi pengeboran lepas pantai (yang sedang berlangsung) di Laut Timor telah mengikuti semua prosedur pencegahan bencana yang paling aman.
b. Penghitungan kompensasi:
• Perlu melibatkan berbagai kalangan yang mampu melakukan assessment yang tepat dan komprehensif
• Evaluasi dilakukan menyeluruh, terutama dampak jangka panjangnya (termasuk potensi bencana karena penggunaan teknologi yang keliru dalam menghentikan tumpahan minyak)
c. Crash Program pemulihan lingkungan hidup yang tercemar
• Tanpa menunggu cairnya kompensasi, tindakan pemulihan lingkungan hidup yang tercemar, termasuk biota laut, dan ekosistem pesisir (prioritas juga ke wilayah CORAL TRIANGLE) harus segera dilakukan. Beberapa cara dapat segera dilakukan, hanya dibutuhkan koordinasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat;
• Analisa khusus juga harus dilakukan atas teknologi yang dipakai untuk menghentikan tumpahan minyak tersebut. (bersambung)
|
|