Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
PENDIDIKAN
|
Rabu, 21 Jul 2010, | 418
4.558 Guru Dapat Beasiswa Pendidikan
|
|
|
KUPANG, Timex-Sebanyak 4.558 guru di NTT akan menerima beasiswa pendidikan S-1 dan D-4 dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTT tahun ini. Bantuan ini dalam rangka meningkatkan kualifikasi guru sesuai ketentuan UU Nomor 14 Tahun 2005, guru minimal berpendidikan S-1/D-4.
Hal ini dikatakan Kepala LPMP NTT, Ismail Kasim saat pembukaan rapat konsolidasi data sertifikasi dan peningkatan kualifikasi S-1/D-4 bagi guru tahun 2010 di Aula LPMP NTT, Selasa (20/7). Program bantuan dari Kementrian Pendidikan Nasional itu, jelas Ismail, dilaksanakan sejak tahun lalu dengan kuota yang sama. Namun, tahun pertama itu hanya 1.954 guru yang mendapatkan bantuan itu. "Tahun pertama kita masih kesulitan data guru yang sementara pendidikan S-1 atau D-4 dimana data dari daerah kurang detail," kata Ismail.
Tahun ini, lanjut Ismail, pihaknya menargetkan kuota tersebut dapat terisi seluruhnya karena jumlah guru-guru yang sedang mengikuti pendidikan S-1 dan D-4 ternyata sangat banyak. "Dari data sementara yang kita peroleh ternyata jumlah guru yang mengikuti pendidikan S-1 dan D-4 sangat banyak. Karena itu kita minta pro aktif dari pemerintah daerah sehingga kuota tersebut dipenuhi," katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, Yos Mamulak saat membuka kegiatan tersebut mengatakan kegiatan rakor tersebut sangat bermanfaat bagi pembangunan pendidikan di NTT. "Rapat koordinasi ini sangat penting karena dapat diketahui sejauhmana persoalan yang kita hadapi, terutama dalam pelaksanaan UN tahun ini dimana NTT menempati urutan terakhir dari seluruh provinsi di Indonesia. Diharapkan rakor ini dapat melakukan evaluasi terhadap persoalan pendidikan yang dihadapi di NTT," kata Mamulak.
Asisten Tata Praja Setda NTT ini juga mengatakan, Dinas PPO NTT juga sedang melakukan evaluasi terhadap persoalan pendidikan di NTT, terutama mengenai UN tahun ini. Hasil evaluasi tersebut, lanjutnya, akan diserahkan ke Gubernur NTT yang kemudian akan dibahas lebih mendalam lagi dengan melibatkan para pakar untuk menemukan solusi terbaik.
Karena itu, ia mengharapkan hasil evaluasi yang dilakukan LPMP NTT juga diserahkan ke Pemprov NTT untuk dilakukan pembahasan bersamaan dengan evaluasi yang dilakukan Pemprov NTT.
Jumlah guru di NTT saat ini sesuai data LPMP NTT sebanyak 71.515 orang. Dari jumlah tersebut yang sudah lulus sertifikasi sebanyak 8.531 guru. Dengan demikian sebagian besar guru belum lulus sertifikasi. Ismail mengatakan, beasiswa pendidikan S-1/D-4 yang dilakukan pihaknya dalam rangka mendukung program sertifikasi tersebut. (ito)
|
|