KUPANG, Timex--Provinsi NTT, khususnya Kota Kupang sebagai daerah strategis yang berada di antara dua negara, Australia dan Timor Leste, kini jadi incaran investor, khususnya bidang perhotelan.
Best Western, salah satu jaringan perhotelan terbesar di dunia siap membangun hotel bintang empat di Kota Kupang, tepatnya di Pantai Lasiana. Pembangunan hotel dengan nilai investasi Rp 161 miliar itu diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi NTT, PT. Dwi Pratama Sukses dan Bank NTT. Penandatanganan MoU itu digelar di ruang kerja Gubernur NTT, Senin (19/7) kemarin.
Hadir pada kesempatan itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur NTT Esthon L. Foenay, Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo dan Direktur PT. Dwi Pratama Sukses, Yusuf Sawirin. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara dan sejumlah pejabat lingkup Setda Provinsi NTT.
Yusuf Sawirin mengatakan, PT. Dwi Pratama Sukses merupakan perusahaan jaringan Best Western di Indonesia yang telah memiliki 18 hotel di Indonesia yang tersebar di Bali, Jakarta, Solo dan Padang. Dan, Kupang akan menjadi daerah ke-19 jaringan perhotelan terbesar di dunia itu. Yusuf, dalam presentasinya mengatakan, hotel yang dibangun di Kota Kupang terletak di tepi Pantai Lasiana.
Hotel berbintang empat ini akan mempunyai empat sampai enam meeting room. Hotel berkelas internasional ini akan didesain dengan mengutamakan budaya lokal. "Kita akan desain dengan menggunakan ciri lokal. Bisa dilihat dari bentuknya, kita ingin agar ciri lokalnya diutamakan. Dan untuk diketahui, bahwa kami akan menggunakan 70 persen tenaga lokal, sementara untuk tenaga manajerial akan dibawa dari luar, mengingat hotel ini berkelas internasional," kata Yusuf.
Terkait pemakaian tenaga lokal untuk dipekerjakan di hotel tersebut, Yusuf mengatakan, pihaknya akan mengunjungi sekolah-sekolah pariwisata di NTT untuk melihat kurikulumnya sehingga disesuaikan dengan kebutuhan hotel. Selain itu, dirinya juga bertekad bekerjasama dengan sekolah-seklah pariwisata agar para lulusannya yang berkualitas dipekerjakan di hotel tersebut. "Kita butuhkan jumlah lulusan sekolah perhotelan itu minimal 200-an orang, sehingga saya akan kerjasama dengan sekolah-sekolah pariwisata di Kupang dan NTT," ujarnya.
Yusuf menguraikan, dirinya melihat Kupang sebagai daerah potensial untuk investasi perhotelan. Bagaimana tidak? Kota Kupang bisa menjadi tempat transit para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dari Australia dan Timor Leste. Sampai saat ini Kota Kupang pun belum memiliki hotel berkelas internasional. Oleh karena itu, sebutnya, Beste Western akan mewujudkan harapan masyarakat NTT untuk bisa memiliki hotel berkelas internasional yang bisa digunakan sebagai tempat kegiatan atau even-even internasional.
Dan, jika tidak ada perubahan desain gambar, maka total investasi pembangunan hotel ini mencapai Rp 161 miliar.
Sementara itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, pada kesempatan itu, mengatakan, saham Pemerintah Provinsi NTT dalam investasi tersebut sebesar 45 persen sementara milik swasta sebesar 55 persen. Lokasi tempat dibangunnya hotel berbintang empat itu, yakni di Pantai Lasiana, merupakan milik Pemda NTT yang dulu dikelola Pemerintah Kota Kupang. Menurut Lebu Raya, aset tersebut sebaiknya digunakan untuk kepentingan umum yang menguntungkan daerah.
Dengan adanya hotel berkelas internasional, akan memberikan keuntungan bagi NTT. Menurut Lebu Raya, perkembangan pariwisata daerah akan semakin maju dan NTT akan menjadi bahan promosi ke luar negeri. "Hotel ini kan jaringan Western Hotel yang berada di seluruh dunia, sehingga NTT akan lebih dikenal.
Dan Kupang akan menjadi daerah transit dan juga daerah tujuan wisata dari berbagai negara, sheingga akan menguntungkan NTT," ungkapnya.
Selain itu, keuntungan lain, menurut Lebu Raya, yakni pengangguran di NTT akan berkurang dan para petani dan nelayan tentunya semakin maju, karena dipacu untuk memenuhi kebutuhan di hotel tersebut.
"Hotel ini tentu menyerap banyak tenaga kerja, sehingga saya minta instansi terkait untuk mulai bersiap untuk menyiapkan sumberdaya manusia dari tenaga kerja yang kita miliki. Tenaga lokal akan lebih banyak dipakai, sehingga kita akan diuntungkan juga," kata Lebu Raya.
Untuk diketahui, Best Western saat ini memiliki 4.200 hotel di seluruh dunia, yang berada di kawasan Amerika sebanyak 2.300 hotel, Eropa sebanyak 1.300, Asia dan Timur Tengah sebanyak 150 dan Australia dan Afrika sebanyak 350. Hotel dan motel milik Best Western ini tercatat tersebar di 88 negara di dunia. Sedangkan untuk Indonesia, saat ini Best Western sudah mempunyai 18 hotel. (sam)
|