Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
INTERNASIONAL
|
Jumat, 09 Jul 2010, | 307
Kerjasama Dengan Australia Timor Leste Buka Pusat Suaka Regional
|
|
|
DILI, Timex--Setelah Presiden Jose Ramos Horta, Kamis (8/7) kemarin giliran Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao yang buka suara soal rencana pembangunan Pusat Suaka Regional.
Sebagai kepala pemerintahan, dia membuka lebar peluang untuk bekerja sama dengan Australia mewujudkan pusat suaka tersebut.
"Kami punya wawasan yang cukup terbuka dan siap membahas rancangan tersebut. Kami pun ingin turut berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah itu," ujar Gusmao seperti dikutip Agence France-Presse. Menurut dia, membanjirnya arus pencari suaka di Australia merupakan masalah regional. Bukan semata-mata problem yang harus ditanggung dan diselesaikan oleh pemerintahan PM Australia Julia Gillard.
Sebagai negara tetangga, Gusmao mengatakan bahwa pemerintah Timor Leste wajib membantu Australia. Salah satu caranya adalah dengan menjadi tuan rumah Pusat Suaka Regional. "Warga Timor Leste juga (menjadi) pengungsi di negara lain dan bahkan di negeri kami sendiri," ungkap pemimpin 64 tahun tersebut.
Sejak memisahkan diri dari Indonesia pada 2002 sampai sekarang, Timor Leste masih sangat bergantung pada bantuan negara lain. Pekan ini, Gusmao dijadwalkan bertemu dengan Gillard untuk membahas rencana pembangunan Pusat Suaka Regional tersebut. Dalam wawancara dengan stasiun televisi ABC Rabu malam waktu setempat (7/7), pengganti Kevin Rudd itu menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya keras mengegolkan proposal yang konon juga sudah diajukan ke PBB tersebut. "Gagasan ini harus terwujud," tegasnya.
Untuk tujuan itu, pemerintahan Gillard mulai gencar melobi negara-negara tetangga. "Sebelumnya, saya sudah membahas rencana ini dengan presiden Timor Leste. Hari ini (Rabu waktu setempat), saya juga sudah membicarakannya dengan presiden Indonesia," aku PM perempuan pertama Australia tersebut. Dia berharap, dengan cara itu, pemerintahannya bisa memenangkan dukungan dari negara-negara tetangga demi mewujudkan Pusat Suaka Regional di Timor Leste.
Selama ini, untuk memproses permohonan suaka manusia-manusia perahu yang datang ke Australia lewat Indonesia, Canberra memanfaatkan pusat suaka di Christmas Island. Tapi, karena arus kedatangan manusia perahu yang semakin tinggi selama tiga tahun terakhir, pusat suaka itu tidak lagi bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Apalagi, rumah-rumah tahanan yang digunakan untuk menampung para pencari suaka di Australia sudah penuh sesak. (hep/jpnn)
|
|