Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
INTERNASIONAL
|
Minggu, 04 Jul 2010, | 162
Korsel Genjot Dana Militer
|
|
|
Insiden tenggelamnya kapal Cheonan di Laut Kuning pada 26 Maret lalu memberikan banyak pelajaran bagi Korea Selatan (Korsel). Tidak ingin insiden yang memantik ketegangan di Semenanjung Korea itu terulang, Seoul meningkatkan anggaran pertahanan dalam negeri.
Rabu 30 Juli Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Korsel mengumumkan bahwa pihaknya akan menambah anggaran sebesar 7 persen.
"Kami perlu melipatgandakan keamanan setelah aksi provokasi Korea Utara (Korut) dengan menenggelamkan Cheonan," jelas Kemenhan dalam pernyataan tertulis sebegaimana dilansir Agence France-Presse.
Untuk tahun anggaran 2011, Kemenhan mengajukan proposal belanja pertahanan sebesar 31,6 triliun won (KRW) atau sekitar Rp 234,6 triliun. "Angka tersebut 7 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu," ujar jubir Kemenhan yang tidak mau disebutkan namanya.
Tahun ini anggaran pertahanan berkisar 29,5 triliun won (sekitar Rp 219 triliun). Anggaran tersebut naik sekitar 3,6 persen jika dibandingkan dengan 2009.
"Bangsa ini perlu meningkatkan kemampuan militer demi menjawab ancaman yang terus meningkat dari Korut," tandas jubir tersebut.
Kendati hasil investigasi tim multinasional mengarah pada keterlibatan militer Korut dalam insiden yang menewaskan 46 pelaut Korsel itu, Pyongyang masih terus menyangkal. Tuntutan Korsel agar Korut minta maaf secara terbuka pun tidak dituruti.
Korsel juga akan mengusulkan pembelian sejumlah persenjataan baru dalam anggaran 2011. "Tapi, kami belum bisa mengungkapkan jenis-jenis senjata yang akan dibeli," jelas seorang pejabat Kemenhan yang diwawancarai Associated Press kemarin. (jpnn)
|
|