Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
SPORT
|
Minggu, 06 Jun 2010, | 517
Kota Dua Kelas, SoE Satu
|
|
|
Babak Penyisihan Kejurda Off Road
SOE, Timex –Babak penyisihan kejuaraan daerah (Kejurda) spectrum off road SoE 2010 yang dilaksanakan di Bijoba circuit, Sabtu (5/6), dari tiga kelas yang dilombakan kemarin, dua kelas didominasi Kota Kupang masing-masing.
Sedangkan satu kelas juara pertama dimenangkan mobil asal SoE sebagai tuan rumah.
Berdasarkan data yang di peroleh Timor Express dari coordinator kamar hitung, Steven Tafui
Dua kelas yang dimenangkan peserta dari Kota Kupang yakni kelas 4 X 2 sampai dengan 2.500 CC yang diikuti 13 mobil. posisi pertama di babak penyisihan untuk kelas tersebut ditempati peserta dengan nomor lambung 42 yang mengandalkan driver Rendy Yapola dan navigator Yel J. Pajung dari club Dragon. Posisi kedua ditempati peserta dengan nomor lambung 041 atas nama driver Pangky Yapola dan navigator Rendi Un dari club Dragon Kota Kupang, posisi ketiga dengan nomor lambung 035 atas nama driver Adwi Koso dan navigator Armin dari club rock Kota Kupang, dan peringkat keempat ditempat peserta dengan nomor lambung 046, yang mengandalka driver Andi Akbar dan navigator Arnol Potukatoe asal club Leo Kota Kupang.
Di Kelas 4 X 4 sampai dengan 2.500 CC yang diikuti 15 mobil dan dimenangkan peserta asal club Exptrime Kota Kupang dengan nomor lambung 077 dengan driver Alfred C dan navigator Iwan D.Posisi kedua ditempoati peserta dengan nomor lambung 025 atas nama driver Arman Koso dan navigator Dato Koso dari club rock Kota Kupang.
Posisi ketiga direbut peserta dengan nomor lambung 055, yang mengandalkan driver Allud Koso dengan navigator Ady Koso asal rock Kota Kupang, dan peringkat keempat mobil nomor lambung 014, yang di kemudikan Hary Mandolang dibantu navigator Elly Wenyi asal club Kojeek Kota Kupang.
Mobil asal club K-R4S SoE, nomor lambung 004 dengan driver Erwin Djami dan navigator Goes sebagai yang terdepan pada babak penyisihan kelas 4 X 4 > 2.500 CC mengalahkan 20 mobil lainya.
Peringkat kedua direbut peserta dengan nomor lambung 040 yang dikemudikan Pangky Yapola dan navigator Rendi Un dari club Dragon Kota Kupang. Posisi ketiga mobil nomor lambung 088, dengan driver Stevanus H. Wong dengan navigator Hasyeem dari club KTLC Kota Kupang, serta mobil nomor lambung 10, yang dikemudikan Iak Amalo dan navigator Meki Sabuna dari club K-RAS SoE.
Kegiatan disaksikan langsung Wakil Bupati TTs, Benny A. Litelnoni, Ketua DPRD TTs, Eldat Nenabu, Wakil Ketua Tim penggerak PKK, Fransiskan Litelnoni-Sianto, sejumlah anggota DPRD dan pejabat lainnya.
Sebelum kegiatan kejurda off road SoE- 2010 mulai dilaksanakan kemarin, sehari sebelumnya, Jumat (4/6) seluruh peserta mengikuti pawai keliling Kota SoE yang dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati TTS, Benny A. Litelnoni didampingi Ketua DPRD TTS, Eldat Nenabu dan Ketua panitia penyelenggara kejurda off road SoE-2010, Yopich Magang didepan lapangan tennis SoE.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Simpul Pengembangan dan Creativitas Kaum Muda (Spectrum) SoE dengan komunitas roda empat (KR4S), Pemda TTS, KONI TTS dan Pengprov IMI- NTT. Jumlah peserta yang terdaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut mencapai 50 peserta yang berasal dari kabupaten se-daratan Timor.
Wabup Litelnoni dalam arahan singkatnya mengatakan tujuan kegiatan off road sebagai ajang keterampilan sekaligus promosi pariwisata di TTS. Kegiatan ini arenanya cukup sulit ditempuh sehingga membutuhkan disiplin, kesabaran dan ketelitian dalam bertarung. ”Bagi yang ikut kegiatan ini saya katakan mereka lebih satu tingkat diatas driver-driver yang berada dijalan umum biasa,” ungkap Wabup Litelnoni.
Diakui dari segi ekonomis untuk mengikuti kegiatan ini membutuhkan pengeluaran yang cukup banyak, namun hal itu sebagai tanda ekspresi bagi mereka dalam menyalurkan bakat dan hobinya dibidang olahraga khususnya off road.
Untuk diektahui kelas yang dilombakan kelas kejurda, kelas mobil 4x4 sampai dengan 5.000 CC, kelas mobil 4x4 sampai dengan 2.500 CC dan kelas mobil 4x2 sampai dengan 2.500 CC dan kelas open. (dek)
|
|