JAKARTA, Timex-Kendati WHO mensinyalir wabah virus H1N1 (flu babi) mengalami tren penurunan di beberapa negara, Depkes tetap memprioritaskan penanganan flu babi. Selain itu, fokus perhatian terhadap flu burung juga ditingkatkan. Pasalnya, kedua wabah itu diprediksikan belum mencapai puncak.
Pakar flu burung di Indonesia mensinyalir puncak wabah flu babi sudah berlalu di belahan selatan seperti Australia. Namun, di negara Asia seperti Indonesia puncaknya diprediksikan terjadi akhir tahun ini. Karena itu, sejumlah antisipasi tetap dilakukan Depkes. Seperti menambah pasokan tamiflu. Terutama, di wilayah jabotabek yang dinilai rentan baik terhadap virus H1N1 maupun H5N1.
Sebab, DKI Jakarta merupakan provinsi dengan angka tertinggi kasus flu babi. Yaitu, mencapai 266 kasus. "Untuk wilayah jabotabek kami beri perhatian ekstra," terang Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes.
Saat ini, kata Tjandra, tak kalah penting adalah mewaspadai penyebaran flu burung. Sebab, virus H5N1 dinilai lebih ganas ketimbang H1N1. Sebab, tingkat kematiannya mencapai 80 persen. Virus ini diprediksikan juga akan kembali merebak.
Selama ini, penyebaran flu babi maupun flu burung di wilayah Jakarta dan Tangerang tergolong tinggi. Pertemuan dua virus juga menjadi agenda penting bagi Depkes untuk mencegah hal itu. "Itu yang kami khawatirkan. Karena itu, pasokan tamiflu terus kami tambah di wilayah-wilayah itu," terangnya. Apalagi, cuaca panas seperti saat ini dinilai amat rentan terhadap daya tahan tubuh seseorang.
Karena itu, menurut dia, cara efektif untuk mencegah terjangkit penyakit itu adalah menerapkan pola hidup sehat. "Cukup sederhana. Makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik atau berolahraga, istirahat yang cukup, dan menerapkan perilaku hidup bersih," terangnya.
Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Depkes melaporkan, tambahan kasus baru H1N1 ada 11 orang. Terdiri dari 3 pasien laki-laki? dan 8 perempuan. "Semua pasien yang positif adalah WNI," terang Prof Agus Purwadianto, Kepala Balitbangkes Depkes.
Agus menjelaskan, dari 11 pasien baru itu, dua orang memiliki riwayat perjalanan ke Korea. Mereka berasal dari 7 provinsi. Yakni, Bali (2 orang), Banten.(1 orang), DKI Jakarta (2 orang), Jawa Barat (1 orang), Jawa Tengah (2 orang), Jawa Timur (1 orang) dan Yogyakarta (2 orang).
Agus menyebut, hingga kini jumlah kasus flu babi di Indonesia mencapai 823 orang. Terdiri
dari 459 laki-laki dan 364 perempuan. "Kami telah berupaya sebisa mungkin untuk mengatasi wabah ini," ujarnya. (kit/jpnn)
|