Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
RAKYAT SUROSA
|
Kamis, 28 May 2009, | 422
Setelah Resmi Jadi Kabupaten Buktikan Sabu Daerah Otonom
|
|
|
SALAM JABAT: Mendagri, Mardyanto (kiri) memberi selamat kepada Penjabat Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly (kedua kanan) yang baru dilantik bersama enam penjabat bupati/walikota hasil pemekaran lainnya di Gedung Depdagri, Selasa (26/5) lalu.
KUPANG, Timex-Pemerintah dan masyarakat harus mampu membuktikan Sabu Raijua sebagai daerah otonom setelah diresmikan, Selasa (26/5) di Jakarta. Pemerintah dan masyarakat harus mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan daerah.
"Yang paling penting setelah resmi menjadi kabupaten adalah harus mampu membuktikan diri sebagai daerah otonom," kata akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, David Pandie kepada koran ini, Rabu (27/5) di Kupang.
Menurut dosen Fisip Undana Kupang ini, pengalaman di beberapa daerah baru pemekaran menunjukkan di awal berdirinya biasa menghadapi persoalan pelik, terutama menyangkut anggaran pembangunan. "Jangan sampai terus bergantung pada bantuan anggaran dari kabupaten induk dan provinsi serta pusat," kata David.
Menurutnya, setelah resmi menjadi daerah otonom, Kabupaten Sabu Raijua tentu memiliki potensi baik potensi SDM maupun SDA yang siap dimanfaatkan untuk pembangunan. "Memang di awal perjuangan ada polemik, namun setelah resmi berdiri maka pemerintah dan masyarakat harus bersatu untuk mengisi pembangunan," ujarnya.
Di sini, lanjut pengamat politik ini, peran utama adalah penjabat bupati. "Penjabat bupati memiliki posisi strategis untuk memberdayakan semua komponen yang ada untuk menjadi kekuatan dalam melaksanakan pembangunan," kata David.
Ia juga meminta penjabat bupati untuk memiliki target waktu yang jelas untuk melaksanakan tugas utamanya sebagai penjabat. "Harus punya target waktu yang jelas sehingga terencana dan terukur," katanya. Hal ini mengingat, tugas seorang penjabat bupati cukup berat yakni selain melakukan penataan kelembagaan dan melaksanakan pembangunan, juga mempersiapkan pemerintahan defenitif.
Layani Dengan Hati
Sementara itu tokoh masyarakat asal Sabu, Abdul Kadir Makarim yang dimintai komentarnya terkait peresmian Kabupaten Sabu Raijua meminta penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Sabu Raijua untuk melayani dengan hati. "Yang paling penting saat ini adalah bagaimana mengisi kabupaten yang baru terbentuk itu dengan pembangunan. Di sini dibutuhkan penyelenggara pemerintahan yang melayani dengan hati," kata Abdul Kadir Makarim.
Ia mengharapkan Penjabat Bupati Sabu Raijua beserta jajaran pemerintahan untuk menjadi perintis jalan yang baik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sabu Raijua. "Pemerintahan yang akan terbentuk saat ini adalah sebagai perintis sehingga kita minta menjadi perintis yang baik," harapnya.
Menurut Ketua MUI NTT ini, Kabupaten Sabu Raijua memiliki banyak potensi baik sumbar daya alam maupun sumber daya manusia. Karena itu dibutuhkan figur pemimpin yang sanggup memberdayakan potensi yang ada.
Abdul Kadir Makarim juga menyindir munculnya banyak figur saat ini yang tampil seperti pahlawan. "Namun itu tidak perlu dipersoalkan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana upaya untuk mengisi pembangunan," katanya.
Segera Berkoordinasi
Terpisah, Penjabat Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly yang baru tiba dari Jakarta dan ditemui koran ini dikediamannya kemarin petang (27/5) mengatakan, setelah mendapat kepercayaan memimpin Sabu, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur dan Bupati Kupang selaku kabupaten induk untuk segera melaksanakan tugas sesuai amanah yang diberikan kepadanya.
Menurut Thobias Uly, sesuai rencana hari ini Kamis (28/5) dirinya akan menemui Gubernur NTT, Frans Lebu Raya untuk melapor diri sekaligus berkoordinasi soal tugas-tugas yang akan dia kerjakan sebagai penjabat bupati, serta koordinasi tugas-tugas dalam jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT. Setelah itu, kata Thobias, pada Sabtu (30/5) dia akan berkoordinasi dengan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki terkait tugas barunya sebagai penjabat Bupati Sabu Raijua.
Koordinasi itu, jelas Thobias Uly terutama terkait penyerahan Perlengkapan, Personil, Pembiayaan dan Dokumen (P3D) untuk kepentingan dan dukungan pelayanan kemasyarakat di Sabu Raijua.
Thobias mengungkapkan, untuk P3D ini, dirinya belum tahu seperti apa yang akan diserahkan kepadanya. Hanya soal pembiayaan, sesuai ketentuan, untuk mendukung kabupaten baru, biasanya selama tiga tahun pertama baik kabupaten induk dan provinsi ada dana hibah masing-masing senilai Rp 5 miliar. "Jadi untuk tahun pertama ini, dana awal Kabupaten Sabu Raijua sudah ada Rp 10 miliar, masing-masing dari Kabupaten Kupang sebagai induk Rp 5 miliar, dan Provinsi NTT senilai Rp 5 miliar. Untuk ini, nanti saya harus berkoordinasi dengan Gubernur dan Bupati Kupang," beber Thobias Uly.
Menyinggung soal Kantor Bupati Sabu Raijua sementara, Thobias Uly mengatakan, sesuai rencana ada dua tempat yang saat ini dinilai layak sebagai Kantor Bupati, yakni Kantor Camat Sabu Barat atau gedung Rumah Sakit di Menia yang baru dibangun. "Untuk ini pun, saya akan koordinasikan dengan Bupati Kupang. Sementara untuk rumah dinas, sementara saya akan tinggal di rumah orang tua di Sabu Timur. Ya...meski masih terbatas, kita tidak boleh mengeluh.
Kita harus buktikan dengan kerja keras. Dan untuk itu, kita tentunya tetap berkoordinasi dengan kabupaten induk," ujar Thobias sambil menambahkan, setelah berkoordinasi dengan gubernur dan bupati, dia akan menuju Sabu Raijua tanggal 3 Juni untuk mempersiapkan segala sesuatu, terutama kegiatan syukuran dan selanjutnya mulai bekerja.
Thobias mengatakan, sebagai penjabat, dia diserahi tanggungjawab selama setahun ke depan untuk membentuk struktur dan perangkat daerah, memfasilitasi pembentukan DPRD setempat serta menyiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) pertama di Sabu Raijua. (ito/aln)
|
|