ADA banyak penyebab sariawan. Salah satunya, naiknya gas asam lambung hingga ke mulut. Hal tersebut disertai menurunnya daya cengkeram lower esophageal sphincter (LES) yang letaknya di perbatasan kerongkongan dan lambung.
''Bila saat itu mukosa mulut tak siap menerima naiknya gas asam lambung secara mendadak, lama-kelamaan akan muncul sariawan,'' kata dr Heru Wiyono SpPD. Konsumsi minuman yang terlalu asam juga mencetuskan sariawan. Mekanismenya sama. Yakni, dampak gas asam lambung yang naik ke mulut. ''Dan, bukan murni karena minuman asam hingga berisiko muncul sariawan,'' lanjut spesialis penyakit dalam dari RS Spesialis Husada Utama Surabaya itu.
Pada dasarnya, lanjut Heru, ada empat penyebab naiknya asam lambung. Pertama, environment (lingkungan) berupa suhu terlalu dingin atau panas. Bisa juga, exercise (latihan) yang membuat tubuh bekerja terlampau berat. Penyebab lain, pola makan memicu asam lambung naik. Yakni, soft drink, cokelat, peppermint, makanan pedas, masam, makanan yang digoreng ataupun berlemak.
Alumnus FK Unair itu mengatakan, makanan berlemak paling lama dicerna tubuh. Sebagai perbandingan, karbohidrat mulai dicerna sejak dalam mulut oleh enzim amilase. Nah, lemak baru dicerna ketika berada di dalam usus. ''Maka, setelah makan, tak boleh langsung tidur. Itu bisa membuat gas asam lambung naik,'' tambahnya.
Penyebab lain, emosi. Menurut Heru, stres akan menaikkan hormon adrenalin. Hormon tersebut memengaruhi gerak peristaltik usus. Itu membuat gas asam lambung naik. ''Namun, LES dalam kondisi baik tak akan memacu gas asam lambung naik ke mukosa mulut. Jadi, tak mungkin terjadi sariawan,'' ungkapnya.
Lalu, bagaimana dengan istilah panas dalam yang kerap menyertai influenza? Heru mengatakan, sebenarnya istilah panas dalam yang diadopsi masyarakat merupakan indikasi naiknya gas asam lambung. Itu membuat tubuh terasa panas. (jpnn)
|