Rubrik Berita
Dr. Klenik
| + |
Pilgub Bukan Pilih Pemimpin Gereja |
| - |
Tapi ada cagub minta dukungan pemimpin gereja |
| + |
|
| - |
|
| + |
Jaga Harmoni, Jangan Terprovokasi |
| - |
H-1, semuanya harus menahan diri |
|
EKONOMI BISNIS
|
Jumat, 25 Jul 2008, | 2977
Iklan Operator Seluler Menyesatkan
|
|
|
SURABAYA, Timex- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menengarai komplain pelanggan selular semakin banyak sejak perang tarif murah antara operator seluler.Komplain pelanggan seluler ini terkait penyampaian iklan produk, jaringan operator, kesalahan pengisian pulsa elektronik, dan mengenai kebenaran tarif operator.
Pengurus harian YLKI Indah Suksmaningsih mengatakan dengan jumlah pelanggan seluler yang mencapai 80 juta pelanggan semakin besar tanggung jawab operator untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya.
”Iklan yang ada saat ini terkesan menjebak dengan tarif yang sangat rendah bahkan ada yang menjanjikan gratis namun pada waktu pemakaian tertentu tiba-tiba sambungan putus,” ujarnya saat temu pelanggan seluler dalam rangkaian Indonesia Cellular Show (ICS) Surabaya 2008, Kamis (24 Juli) kemarin.
Lebih lanjut dia mengatakan belanja iklan operator seluler saat ini adalah yang tertinggi nilainya mencapai Rp 2 triliun. Dari banyaknya pelanggan yang mengadu mengenai seluler, sekitar 44 persen pelanggan merasa tertipu dengan iklan di media tersebut. ”Saat ini dikalangan komunitas pelanggan seluler hal ini menjadi isu besar,” ujarnya.
Karena menurut dia selain mengenai tarif yang tidak konsisten atau tidak sesuai dengan iklan, juga mengenai terganggunya komunikasi akibat tarif murah yang membuat trafik tinggi. ”Pelanggan selalu mengeluhkan sulitnya sambungan di saat-saat tertentu terutama pada jam promo tarif murah yang biasanya malam hari,” paparnya.
Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan dari PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, PT Mobile-8 Tbk, dan PT Natrindo Telepon Seluler (Axis) itu, Indah mengatakan operator telekomunikasi diminta lebih transparan dalam mengiklankan produk layanan di media massa sehingga konsumen tidak terjebak pada isu tarif murah namun tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Menurut dia operator seluler harusnya lebih aware terhadap pelanggan. Serta lebih bertanggung jawab mengenai informasi yang diiklankan melalui media. ”Sesuai dengan undang-undang konsumen, produsen atau dalam hal ini operator harus menyampaikan informasi produknya dengan benar dan jujur,” katanya.
Selain itu, tambah dia, operator harus memastikan pesan yang disampaikannya melalui media itu bisa dimengerti oleh konsumen atau pelanggannya. Sementara itu Head of East Java Bali Nusra Region PT Indosat MS Sucahyo mengatakan selama ini apa yang di diberikan kepada konsumen bertujuan pada customer satisfaction.
”Kami juga berupaya meningkatkan kapasitas selama tarif rendah ini,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh General Manager Sales & Customer Service Telkomsel Regional Jatim Tavadi Rismayuda bahwa kapasitas jaringan terus ditingkatkan. ”Untuk meningkatkan jaringan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pertumbuhan pelanggan yang begitu cepat,” ujarnya. (erm/jpnn)
|
|