KUPANG, Timex-Sebanyak 31.437 (53,641%) siswa dari total 58.606 siswa peserta Ujian Nasional (UN) SMP/MTs tahun ini dinyatakan tidak lulus UN karena nilai kelulusan mereka tak memenuhi standar 5,25.Dengan demikian, persentase kelulusan tahun ini hanya 46,36 persen.
Tahun 2007 lalu, persentase kelulusan SMP/MTs NTT mencapai angka 58,98 dengan standar kompetensi lulusan (SKL) 4,25. Melihat perbandingan ini, berarti antara tahun 2007 dan 2008 telah terjadi penuruan persentase kelulusan sebesar 12,62 persen.
"Inilah hasilnya yang kita dapatkan tahun ini. Kita sudah berusaha maksimal dengan dinas pendidikan kabupaten/kota, namun toh hasilnya belum bisa memenuhi target yang diharapkan. Ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan," ungkap Kepala Dinas P & K NTT, Ir. Thobias Uly, M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, petang kemarin (21/6).
Menurut Uly, dari 58.606 peserta UN pada 758 SMP/MTs di NTT tahun ini, yang lulus hanya 27.169 orang, dengan persentase kelulusan tertinggi diraih Kabupaten Manggarai Timur sebesar 89,59 persen (2.132 peserta UN, lulus 1.910 orang).
Sedangkan Kabupaten Alor nasibnya masih seperti tahun 2007 lalu, terpuruk diurutan ke-20 dari 20 kabupaten/kota dengan persentase kelulusan 18,43 persen (dari 3.450 peserta UN, yang lulus hanya 636 orang). Persentase kelulusan Kabupaten Alor tahun 2007 lalu 33,60 persen, dimana dari 2.920 peserta UN, yang lulus hanya 981 orang.
Tahun ini, selain masih diurutan ke-20, persentase kelulusannya pun anjok lagi. Sementara Kabupaten Manggarai Barat yang tahun lalu bertengger diurutan pertama dengan persentase kelulusan 85,66 persen, kali ini turun ke urutan kedua dari 20 kabupaten/kota dengan persentase 78,74 persen.
Kabupaten TTS yang tahun 2007 lalu berada diurutan tujuh dari 16 kabupaten/kota dengan persentase 73,38 persen, kali ini naik empat tingkat keurutan tiga dengan persentase kelulusan 71,14 persen. Melihat hasil ini, persentase kelulusan TTS mengalami penurunan, meski peringkatnya naik (lihat grafis).
Menjawab wartawan koran ini soal apa penyebab menurunnya persentase kelulusan ini, menurut Uly, ini akibat dari terlalu bersemangatnya orang membangun sekolah swasta yang tak dibarengi dengan penyediaan sarana/fasilitas pendukung termasuk ketersediaan sumber daya manusia guru yang berkompeten.
Selain itu, kata Uly, dari hasil evaluasinya, penuruan persentase kelulusan ini diakibatkan oleh naiknya standar kompetensi lulusan (SKL) dari 4,25 ke 5,25 serta adanya penambahan jumlah mata pelajaran dari tiga ke empat mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA), dengan tambahan mata pelajaran IPA.
"SKL dan penambahan jumlah mata pelajaran UN SMP ini baru diterbitkan Mendiknas pada bulan Desember 2007 lalu, jadi butuh proses untuk sosialisasi dan lain-lainnya. Namun ini bukan untuk mencari pembenaran, tapi kita semua (Dinas P & K NTT dan dinas pendidikan kabupaten/kota) sudah berusaha maksimal dan inilah hasilnya," beber Uly.
Lalu apa tindakan Dinas P & K NTT selanjutnya? Ditanya seperti ini Uly mengatakan, pada tahun ini juga pihaknya ingin membuat sebuah desain SKL bayangan dengan mengacuk kepada SKL tahun pelajaran 2007/2008. SKL bayangan itu, demikian Uly akan dibuat dengan standar kelulusan naik mulai dari 5,50 - 6,00 untuk persiapan UN 2008/2009.
Untuk membuat desain SKL bayangan, kata Uly, pihaknya akan mengajak pihak-pihak yang berkompeten seperti para dosen dan pengawas pendidikan provinsi untuk mendesain SKL bayangan ini. "SKL bayangan ini saya targetkan paling lambat September sudah bisa digunakan di sekolah-sekolah sebagai antisipasi SKL yang dikeluarkan BSNP Depdiknas.
Nanti kalau sudah didesain, kita minta BSNP untuk ferivikasi dan validasi," urai Uly. "Nanti kalau sudah jadi desainnya, kita undang lagi guru-guru mata pelajaran yang berkompeten dari kabupaten/kota masing-masing untuk membedah SKL bayangan ini.
Kita akan minta guru-guru buat soal sebanyak-banyaknya lalu divalidasi kembali oleh dosen-dosen berkompeten. Nah hasil validasi ini yang akan dibawa ke kabupaten/kota masing-masing sebagai bahan melatih atau mempersiapkan anak-anak didik kita menghadapi UN tahun depan. Ini akan kita buat untuk SMP dan SLTA," papar Uly dengan suatu harapan SKL bayangan ini bisa membantu mendongkrak mutu lulusan kita tahun depan.
Uly juga menyebutkan, dari hasil kelulusan ini, terdapat beberapa sekolah di NTT yang hasilnya baik dan juga buruk sekali. Hasil kelulusan terbaik dengan persentase kelulusan 100 persen diraih SMP Kristen Mercusuar Kupang, SMP Santi Karya Kupang, SMPN 1 Kupang Barat, Kabupaten Kupang, SMPN Amfoang Barat Kabupaten Kupang serta MTs HIdayatullah Kabupaten Kupang. Sedangkan hasil terburuk dengan persentase nol persen alias tidak lulus semua peserta UN dicetak SMP Teladan Kota Kupang, SMP Sinas Pancasila serta SMPN 1 Kupang Timur. "Ini hasil yang sempat kita rekap, sedangkan yang lainnya masih dalam proses rekapan," ungkap Uly lagi.
Menyinggung soal pengumuman UN SMP, Uly mengungkapkan, pengumuman baru akan dilaksanakan tiap-tiap kabupaten/kota mulai hari Selasa (24/6) mengingat hasil UN yang dibawa dari Depdiknas Jakarta baru diambil tiap daerah Sabtu (21/6) kemarin.
"Pengumuman UN akan diatur oleh masing-masing kabupaten/kota. Kita jadwalkan pengumumannya mulai Selasa (24/6), dengan catatan hasil yang dibawa dari provinsi masih harus dirapatkan lagi ditingkat kabupaten/kota baru diumumkan," pungkas Uly. (aln)
|