Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
OPINI
|
Rabu, 18 Jun 2008, | 2246
Tanaman Jarak Penghasil Biodiesel
|
|
|
Oleh: Samuel Hendra Taosu
Tulisan ini diangkat ke media ini ketika penulis membaca berita di ’koran favorit ini’ bahwa PT. Biodiesel Austindo NTT membayar hasil panen jarak dari petani jarak di Semau sebesar 20 persen yang disampaikan oleh Dedy Lesmana selaku Supervisor PT. Biodiesel AustindoTulisan ini sebenarnya merupakan pemenang Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) yang akan diikut-sertakan dalam LKTM tingkat nasional di Surabaya setelah karya ilmiah ini berhasil lolos seleksi LKTM tingkat Fakultas Peternakan maupun Universitas Nusa Cendana tahun 2008.
Selama mengikuti semua tahapan LKTM ini, penulis dibimbing langsung oleh dosen kami pengasuh mata kuliah: ”Metode Ilmiah” (Ir. Yusuf Leonard Henuk, M.Rur.Sc.,Ph.D) dengan karya ilmiah berjudul: Penggunaan Biodiesel Dari Tanaman Jarak Untuk Mengatasi Krisis Energi”.
Kehidupan manusia tidak pernah bisa lepas dari kebutuhan energi. Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial di dunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbarukan.
Sudah tidak dipungkiri bahwa bila bahan bakar minyak (BBM) asal fosil terus dikonsumsi tanpa diketemukannya cadangan minyak baru, maka diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Indonesia No 5 Tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif.
Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti BBM. Salah satu tanaman yang yang menjadi sumber energi alternatif adalah tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas L., Euphorbiaceac).
Tanaman ini yang dikenal sebagai damar putih oleh masyarakat Timor ini merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di derah tropik. Majunya penelitian dan penggunaan motor diesel pada industri tidak mungkin berhenti hanya karena menipisnya bahan bakar fosil.
Pencarian bahan bakar alternatif pengganti solar terus dilakukan disamping untuk membantu menangani permasalahan krisis energi dan lingkungan global, juga bisa membantu mempertahankan daya guna teknologi otomotif sebagai karya budaya manusia. Lonjakan harga minyak dunia telah memberikan dampak yang besar bagi pembangunan perekonomian Indonesia.
Pemasalahan energi merupakan hal serius untuk segera ditangani saat ini, dimana salah satu cara penanganannya adalah dengan mengembangkan sumber energi alternatif. Biodiesel merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Pemanfaatan minyak jarak sebagai bahan bakar motor diesel sebenarnya sudah lama dikenal.
Bahkan pada awalnya, Rudolf Diesel menggunakan minyak bunga matahari sebagai bahan bakar pada percobaan motor diesel penemuannya. Di Indonesia biodiesel belum dikembangkan secara besar-besaran untuk skala komersial, tapi masih terbatas pada skala kecil-kecilan, padahal Indonesia memiliki potensi biodisel yang sangat besar.
Penyesuaian harga BBM dengan harga pasar BBM dunia memacu percepatan pengembangan dan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar. Oleh karena itu, timbul pemikiran kritis dari penulis untuk mengangkat topik ini dalam sebuah karya tulis ilmiah untuk mengikuti LKTM.
Biodiesel merupakan sumber energi alternatif pengganti solar yang terbuat dari minyak tumbuhan, tidak mengandung sulfur dan tidak beraroma. Penelitian yang telah dilakukan tentang biodiesel dan telah ditemukan penggunaan langsung minyak tanaman murni sebagai pengganti solar.
Dibanding bahan bakar solar, biodiesel memiliki beberapa keungulan, meliputi: (1) biodiesel diproduksi dari bahan pertanian, sehingga dapat terus diperbaharui; (2) ramah lingkungan karena tidak ada emisi gas sulfur; (3) aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun; (4) meningkatkan nilai produk pertanian Indonesia; (5) memungkinkan diproduksi dalam skala kecil dan menengah sehingga bisa diproduksi di daerah pedesaan; dan (6) menurunkan ketergantungan suplai minyak dari negara asing yang harganya selalu berfluktuasi dan terus meningkat
Jarak pagar merupakan tumbuhan semak berkayu dan dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak melalui biji maupun stek. Walaupun telah banyak dikenal sebagai tanaman penghijauan dan tanaman obat (biofarmaka), tanaman jarak makin banyak mendapat perhatian sebagai sumber bahan bakar hayati untuk mesin diesel karena kandungan minyak yang terdapat dalam bijinya. Biji (dengan cangkang) jarak pagar mengandung 20-40 % minyak nabati, namun bagian inti biji (biji tanpa cangkang) dapat mengandung 45-60 % minyak kasar.
Berdasarkan analisis terhadap komposisi asam lemak dari 11 provenans jarak pagar, telah diketahui bahwa biji jarak mengandung asam lemak yang dominan adalah asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan asam palmitat. Komposisi asam oleat dan linoleat bervariasi, sementara dua asam lemak yang tersisa, yang kebetulan merupakan asam lemak jenuh, berada pada komposisi yang relatif tetap.
Produktivitas pohon jarak dapat mencapai 2-2,5 kg biji kering/pohon. Jarak pagar dipandang menarik sebagai sumber biodisel karena kandungan minyaknya yang tinggi, tidak berkompetisi dalam pemanfaatan lahan misalnya jika dibandingkan dengan kopi dan jambu mete, karena memiliki karakteristik agronomi yang sangat menarik.
Pada umumnya, tanaman jarak memiliki beberapa keunggulan, meliputi: (1) tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh subur pada berbagai jenis tanah dan mudah beradaptasi dengan baik di lahan manapun; (2) tidak terlalu memerlukan perawatan; (3) dapat beradaptasi terhadap berbagai kondisi iklim; (4) daunnya tidak dikonsumsi oleh ternak; (5) dapat bertahan dalam waktu yang lama pada kondisi kering; (6) mudah berkembangbiak; (7) pertumbuhannya cepat, dan dapat dipanen pada umur 6-8 bulan; (8) setelah menghasilkan biji pada tahun kedua dan seterusnya dapat berproduksi sampai umur 40-50 tahun; (9) ampas minyak jarak merupakan bahan organik yang sangat baik untuk dijadikan sebagai pupuk; dan (10) dapat digunakan sebagai tanaman hijauan dan reboisasi. Minyak jarak merupakan biodisel murni sumber BBM yang telah dikembangkan oleh para ilmuan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Mitsubishi Research Institute, Jepang.
BBM alternatif dari tanaman jarak pagar ini adalah 100 % biodiesel alami. Dari 10 kg buah jarak, bisa dihasilkan 3,5 liter minyak jarak yang sama kualitasnya dengan solar. Proses pembuatan minyak jarak, hampir sama dengan proses pembuatan minyak dari tanaman lain yang harus melewati beberapa tahap, yaitu: (1) pembersihan biji, (2) pemasakan biji; (3) pengeringan biji; (4) pengepresen biji jarak untuk menghasilkan minyak biodiesel dan ampas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk.
Penulis Mahasiswa Fapet Undana
|
|