Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
KUPANG METRO
|
Rabu, 11 Jun 2008, | 2566
Depdiknas Bungkam Soal Persentase Kelulusan Unas Pengumuman UN SMA/SMK Setelah Pilgub
|
|
|
KUPANG, Timex-Pengumuman Ujian Nasional (UN) tahun 2008 untuk tingkat SMA/SMK sesuai Prosedur Operasional Sistem (POS) telah dijadwalkan akan dilaksanakan secara nasional tanggal 14 Juni 2008.
Namun mengingat, saat itu di NTT sedang dilangsungkan coblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013, maka pengumuman UN tingkat SMA/SMK di NTT baru akan dilaksanakan setelah pilkada itu.
"Karena tanggal 14 Juni bertepatan dengan Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur, maka khusus untuk NTT akan diumumkan setelah hari coblosan Pilkada NTT. Kami (Dinas P & K NTT, Red) rencanakan untuk pengumuman hasil UN SMA/SMK dilakukan tanggal 18 Juni 2008.
Rencana ini akan kami komunikasikan dengan para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se NTT sehingga ada suatu kata sepakat diumumkan setelah hari coblosan Pilgub NTT.
Penundaan ini dimaksudkan agar pelaksanaan coblosan Pilgub tetap berlangsung lancar," ungkap Kepala Dinas P & K NTT, Ir. Thobias Uly, M.Si kepada koran ini di ruang kerjanya kemarin (10/6).
Menyinggung soal apakah hasil UN SMA/SMK NTT sudah bisa diketahui, terutama persentasi kelulusannya, menurut Uly, hal tersebut belum bisa diketahui karena setelah dirinya berkonsultasi dengan Pusat Penerangan Pendidikan (Puspendik) Depdiknas dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), tadi malam baru dilakukan presentasi hasil scoring UN SMA/SMK kepada Menteri Pendidikan Nasional.
"Semoga presentasi scoring hasil UN malam nanti (Tadi malam, Red) oleh tim Puspendik dan BSNP dihadapan Mendiknas (Bambang Soedibyo, Red) berlangsung baik dan hasilnya sudah bisa peroleh besok (hari ini, Red).
Kalau hasilnya sudah ada, pihak dinas pendidikan kabupaten/kota akan kita undang untuk mengambil di provinsi lalu pulang untuk persiapan pengumuman sesuai rencana tanggal 18 Juni nanti," jelas Uly yang kemarin didampingi salah satu stafnya, Rony Mayopu.
Sedangkan pengumuman hasil UN SMP/MTs tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal. "Hasil scan UN SMP/MTs se NTT sudah kita lakukan di provinsi, dan sudah dikirim ke Puspendik dan BSNP Depdiknas untuk dilakukan scoring," kata Uly.
Sementara itu, Depdiknas RI belum mau berkomentar saat ditanya bagaimana persentase kelulusan Ujian Nasional (Unas). Sekretaris BSNP Depdiknas, Suharsono mengatakan, pihaknya tidak pernah berjanji untuk mengeluarkan rilis hasil Unas secara nasional.
”Silahkan saja dilihat di sekolah masing-masing,” kata Suharsono di Depdiknas Jakarta, Senin (9/6). Pengumuman Unas di seluruh wilayah direncanakan akan dilaksanakan pada 14 Juni mendatang. Seluruh dinas saat ini diwajibkan melaporkan hasil pelaksanaan Unas kepada BSNP.
Suharsono mengatakan, persentase kelulusan Unas sampai saat ini belum bisa diketahui. Ini disebabkan, ada sejumlah daerah yang belum memberikan laporan hasil akhir Unas di wilayahnya. ”Makanya, sekarang sedang kami proses,” kata dia.
Anggota BSNP Yunan Yusuf pun satu suara dengan Suharsono, hasil Unas untuk tahun ini tidak akan dipublikasikan secara nasional. ”Karena kami tidak pernah menjanjikan itu,” kata Yunan. Alasannya, persentase tersebut bukanlah representasi kelulusan dari siswa secara keseluruhan. ”Kan banyak penilaian dari aspek lain,” ujarnya beralasan.
Dihubungi terpisah, Ade Irawan, koordinator Bidang Monitoring dan Pelayanan Umum Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan, sikap BSNP tersebut sama saja melanggar UU nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik (KIP) yang baru saja disahkan saat ini.
Dalam hal ini, publik wajib tahu atas apa yang ingin mereka dapatkan terkait informasi. ”Ini menjadi preseden buruk,” kata Ade saat dihubungi kemarin.
Ade mengatakan, saat bermaksud menggelar Unas, BSNP saat itu menginginkan adanya pemetaan terhadap prestasi sekolah di setiap daerah. Dengan hal itu, BSNP bisa melakukan benchmark (pengukuran) daerah mana yang dianggap berkualitas, daerah mana yang perlu bantuan lebih intensif. ”Namun, dengan tidak mengumumkan, mereka malah mengingkari janjinya sendiri,” sindir Ade.
Mengumumkan hasil dari Unas, kata Ade, saat ini sudah menjadi kewajiban BSNP. Selain dengan mengukur kemampuan siswa secara nasional, kinerja BSNP sendiri bisa diukur dari sini. ”Berapapun jumlah yang lulus, publik wajib tahu atas apa yang sudah mereka lakukan,” tambah Ade menegaskan. (aln/bay)
|
|