KEBERADAAN Timnas Amerika Serikat membuat aparat keamanan di Jerman harus bekerja ekstra keras. Pengamanan terhadap rombongan The Sam’s Army semakin diperketat, terutama setelah tokoh teroris Iraq, Abu Musab al-Zarqawi tewaMenurut keterangan USSF (PSSI-nya Amerika), pihak keamanan Jerman telah mengawasi secara ketat setiap tamu yang datang ke hotel tempat Timnas Amerika menginap. Keamanan itu semakin ketat menyusul tewasnya Zarqawi. Tak hanya polisi Jerman yang ditugaskan mengamankan rombongan skuad AS, tapi juga melibatkan agen keamanan FBI dan CIA.
Jelang laga lawan Republik Ceko, keamanan menjadi prioritas utama. Bus yang mengangkut rombongan pemain Amerika ke tempat latihan bakal mendapat pengawalan istimewa. Satu regu polisi yang mengendarai sepeda motor, mengawal dari depan dan belakang bus pemain. Amerika memang tak ingin konsentrasi pemainnya rusak oleh ancaman teror.
"Keamanan diperketat, tapi ini tak ada kaitannya dengan kematian Zarqawi," kata Jim Moorhouse, juru bicara USSF, seperti dilansir Fox Sport. "Kami merasa puas dengan level keamanan yang diberikan tuan rumah kepada tim kontestan, terutama kepada Amerika," sambung Duane Butcher, Konsul Jenderal AS di Hamburg.
Keamanan yang superketat itu, justru membuat pemain merasa tak nyaman. Gerak-gerik mereka selalu diawasi. "Terus terang kami justru semakin cemas. Kondisi ini membuat Anda merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi kemudian," aku Landon Donovan, gelandang AS.
"Namun, sekarang kami berada di Jerman dan orang-orang itu (polisi) sangat serius dengan apa yang menjadi tugasnya. Mereka begitu enjoy dengan apa yang mereka lakukan. Mereka memang tak ingin sesuatu yang buruk menimpa kami," paparnya.
Donovan merasa sebetulnya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebab, mereka hanya pemain bola. "Tapi, Anda tak bisa berpikir seperti itu. Sesuatu bisa saja terjadi di belakang rumah Anda dan tak ada yang bisa memprediksi. Orang selalu mengatakan kami memiliki risiko yang lebih tinggi dari sisi keamanan, tapi saya merasa sangat aman," ujarnya.
Pengamanan superketat bukan hal baru bagi Timnas Amerika. Empat tahun lalu di Korsel, sebuah tank diparkir di luar hotel tempat menginap pemain Amerika. Tank itu bahkan ikut mengawal ketika rombongan Timnas Amerika menuju tempat latihan.
"Sebetulnya kondisi sekarang ini tak bisa dibandingkan dengan empat tahun lalu. Di mana Anda selalu dipantau lewat helikopter saat berlatih. Kami juga diikuti tank sejak meninggalkan bandara menuju hotel. Tapi, jika itu memang sudah prosedur, kami bisa berbuat apa," cetus DaMarcus Beasley, striker Amerika.
(jpnn)
|