Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
NASIONAL
|
Rabu, 19 Mar 2008, | 900
Claude Makele ; Kekuatan dari Sosok yang Terlupakan
|
|
|
POSTUR boleh kecil, tapi pengaruhnya di dalam tim melebihi dari sebuah kata besar. Dialah Claude Makelele. Pemain mungil Timnas Prancis ini punya kemampuan tinggi sebagai gelandang bertahan. Teknik tinggi, cerdik jaga daerah,"Saya bukan orang yang suka banyak cakap. Saya bicara lewat motivasi saat berada di lapangan. Inilah cara saya berkomunikasi dan saya sangat senang dengan cara seperti ini," ungkap Makelele seperti dikutip AP.
Karena sifat low profile di luar lapangan itulah Makelele terkadang terlupakan di dalam tim. Lihat saja ketika dia membela panji Real Madrid awal milenium ini. Penggila bola hanya mengenal nama Raul Gonzales, Luis Figo dan Fernando Hierro. Pun demikian saat dia hijrah ke Chelsea. Para pendukung The Blues lebih sering menyuarakan Frank Lampard dan Arjen Robben sebagai pemain bintang.
Padahal, peran pemain berdarah Zaire ini sangat vital di dalam tim. Buktinya, sepeninggal Makelele, Real Madrid kesulitan meraih gelar juara, baik di tingkat domestik maupun Eropa. Hal ini disadari oleh Presiden Real Madrid Florentino Perez. "Dia tidak pernah mengoper bola lebih dari 10 yards. Tapi dia juga tak pernah kehilangan bola dari kakinya. Cara dia merebut bola dari lawan juga sangat bagus," puji Perez.
Tak bedanya ketika dia masuk skuad Prancis. Meski memulai debutnya bersama Les Bleus 11 tahun lalu, namun jumlah caps (penampilan) dari seorang Makelele tergolong minim, baru 43 kali. Di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, Makelele masih kalah pamor dari Emanuel Petit dan Didier Deschamp.
Tapi ketika di Piala Dunia 2002, pemain yang kini berusia 33 tahun itu masuk ke dalam skuad inti. Sayangnya, kondisi Prancis ketika itu tengah dilanda krisis cedera. "Pada saat itu, kami mengira tim kami superior.
Ternyata, kami banyak melakukan kesalahan. Mayoritas pemain ketika itu dalam kondisi fisik yang lemah. Bahkan ada sebagian yang benar-benar lelah dengan sepakbola," kata gelandang berkulit legam itu.
Menghadapi Swiss pada partai perdana Prancis di Grup G Piala Dunia 2006, Makelele bakal menjadi sosok sentral dalam permainan Les Bleus. Bersama Thierry Henry, kombinasi kedua pemain ini akan membuat alur permainan Prancis makin bervariasi. Henry untuk urusan penyerangan, sementara Makelele bagian pertahanan.
Bagaimana dengan Zinedine Zidane dan Patrick Viera? "Kalau Anda punya kemampuan yang tinggi, maka Anda akan merasa muda kembali. Kekuatan itu akan datang meski usia Anda telah mencapai 35 atau 36 tahun," tuturnya seraya menegaskan kalau dirinya siap menambal kelemahan fisik Zidane dan kurang gregetnya Viera dalam bertarung.
(jpnn)
|
|