Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
RAKYAT SUROSA
|
Selasa, 18 Mar 2008, | 445
Malam Grand Final PPI Sulsel
|
|
|
SENYUM merekah di wajah cantik Noviana Susilawati (23), setelah dinobatkan menjadi Putri Indonesia wakil Sulsel dalam Grand Final Pemilihan Putri Indonesia (PPI) Tingkat Provinsi Sulsel yang digelar di PMCC, Sabtu 10 Juni, maNOVI adalah wakil Sulsel dalam ajang bergengsi PPI Nasional yang digelar di Jakarta, Agustus mendatang dan berhak atas tour wisata ke Singapura plus uang tunai.
Terpilihnya Novi tidak semudah membalikkan sebelah tangan. Dara Jawa-Bugis dengan tinggi 172 cm dan berat badan 49 kg ini, terpilih melalui proses yang cukup panjang.
Setelah melalui seleksi tingkat Kota Makassar dan berhasil meraih predikat Juara I, Novi kembali bersaing dengan 5 finalis dari Makassar dan 10 finalis dari kabupaten.
Prosesi final PPI Sulsel diawali dengan menciutkan finalis dari 15 menjadi 10 besar. Setelah dewan juri berdiskusi, akhirnya finalis mengerucut menjadi 4 finalis dan dilanjutkan dengan memilih 2 finalis, yakni Novi dan Rezki wakil Gowa.
Gubernur Sulsel yang diwakili Asisten II, Amiruddin Maula dalam sambutannya mengutarakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap wanita Sulsel yang merupakan simbol martabat dalam keluarga yang tidak lepas dari norma agama.
Hadir sebagai Dewan Juri yakni Ketua Dewan Juri PPI Nasional Kusuma Dewi, Sekertaris Yayasan Putri Indonesia Amir Husein, Psikolog Ismarli Muis, Zulkifli Gani Ottoh mewakili Harian Fajar, dan Farid mewakili PHRI.
Selain Novi, Dewan Juri juga memilih 7 finalis yang berhak atas kategori lainnya. Yakni, Juara II diraih Rezky Annisa wakil Gowa, juara III diraih Andi Bonewaty wakil Bone, dan Harapan diraih Isnaeni wakil Makassar.
Selain itu, predikat Putri Persabahatan diraih Nidya Nadila wakil Gowa, Busana Adat Terbaik diraih Irmawaty Mahmud wakil Sinjai, dan Fotogenik diraih Ixora Tri Devi wakil Soppeng. Marlisa wakil Makassar meraih dua predikat yakni Putri Intelegensia dan Favorit.
Akhir acara, Kusuma Dewi kepada wartawan mengaku kesulitan menyeleksi yang terbaik dari para finalis. Apalagi para finalis telah dibekali dalam karantina selama 2 hari.
"Tapi karena sudah ada syarat yakni 3B yang tercakup di dalamnya tinggi badan, dan jawaban-jawaban yang diajukan finalis maka kita akhirnya memutuskan untuk memilih yang sesuai dengan kriteria itu," katanya.
Mengenai prediksi Novi di tingkat nasional, Kusuma Dewi mengutarakan tiap daerah juga memiliki potensi untuk jadi Putri Indonesia.
Novi kepada Fajar mengaku tidak percaya bisa meraih juara karena menjagokan Rezki. "Gak percaya sih soalnya saya jagokan Rezki," kata gadis kelahiran Manado, 26 November 1982 ini.
Maju sebagai wakil Sulsel, karyawati salah satu bank swasta di Makassar ini akan mempersiapkan diri dengan memperluas wawasan umum dan memperluas pengetahuan, khususnya di bidang kebudayaan.
Novi sendiri telah mempunyai segudang prestasi. Di antaranya, Wakil 1 Putri Citra Sulut 2002, Putri Telkomsel Sulut 2003, Announcer Idola RCTI 2004, dan terakhir Simpatizone Ambassador wakil Makassar 2005.
Sehari-harinya, Wakil Makassar di Cantik Indonesia 2003 ini melanjutkan pendidikannya di program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Unhas.
Sekadar diketahui, duta Sulsel beberapa tahun terakhir tidak menunjukkan tajinya masuk sampai sepuluh besar di kontes kecantikan bergengsi PPI. Harapan Sulsel kini berada di puncak Novi. (*)
Akhmad Azhar
|
|