Rubrik Berita
Celah Timor: Apakah Itu Mimpi di Siang Bolong Oleh: P. Gregor Neonbasu SVD, PhD
Penulis adalah Ketua Komisi Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Prop NTT, Ketua Badan Pengurus Harian YAPENKAR yang menangani UNIKA Widya Mandira Kupang, Direktur Puslit MANSE NSAE Kupang.
Dr. Klenik
| + |
DPD Desak Kemhut Surati Gubernur |
| - |
Sekali-kali Dipaksa Boleh Dong |
| + |
YMTM Terima Equator Prize |
| - |
Yang Lain Cuma Eksploitasi Kemiskinan |
| + |
Warga Dideadline Lima Hari |
| - |
Begitulah Nasib Orang Kecil |
|
KUPANG METRO
|
Minggu, 16 Mar 2008, | 1080
Telkom Bali Optimis Bangun 60 BTS
|
|
|
Flexi dan Speedy Jadi Primadona
DENPASAR--Layanan Flexi dan Speedy, ternyata menjadi primadona di Pulau Dewata. Bahkan, wisatawan asing, juga memilih kedua produk PT Telkom itu untuk berkomunikasi.
Karena itu PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, Kandatel Bali akan menambah 60 unit Base Transceiver Station (BTS) sampai akhir 2006 untuk dapat menjangkau sekitar 80 persen dari total wilayah pasar potensial di pulau itu.
Dengan pengembangan jaringan tersebut, Kandatel Bali menargetkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan hingga mencapai sekitar 400.000 SSF (Satuan Sambungan Flexi) dari jumlah pelanggan yang ada saat ini sekitar 100.000 SSF.
Manager Flexi Kandatel Bali, A.A.N Bagus Segara mengatakan, layanan Flexi di provinsi Bali baru menjangkau sekitar empat kabupaten/kota. Yakni, Denpasar, Singaraja, Tabanan, dan Negara.
"Untuk mengcover keempat kota tersebut hanya dilayani dengan 42 BTS. Bahkan, ada satu kota yang hanya dilayani satu unit BTS," katanya kepada peserta Press Tour Divre VII Telkom di Dempasar, kemarin.
Bagus mengakui, pengembangan BTS di Bali, agak tersendat tahun ini karena harus menyesuaikan dengan program kantor pusat BUMN tersebut. Tersendatnya pengembangan BTS Flexi juga dialami PT Telkom di area Kandatel Makassar.
Akibatnya, kata Bagus, pertumbuhan jumlah pelanggan Flexi tidak optimal, meskipun permintaan dari masyarakat cukup besar. "Permintaan pelanggan sangat besar, bahkan terjadi antrean. Makanya, kita akan menambah BTS," katanya.
Pada tahun 2006, masih menurut Bagus, layanan Flexi tersebut dapat menyumbang revenue bagi Kandatel Bali sekitar Rp9 miliar per bulan. Layanan telepon berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) ini memang baru digelar Telkom sementara operator lain seperti Esia dikabarkan baru akan mulai masuk pada tahun ini.
Bagus menilai, pelanggan Flexi di wilayah Bali pada umumnya dari kalangan pebisnis dan profesional. "Mungkin karena kelompok masyarakat ini sangat care terhadap biaya sedangkan Flexi hadir dengan tarif layanan yang cukup terjangkau," kata Bagus.
Flexi Cab
Deputy Kandatel Bali, Ketut Arnawa menambahkan layanan Flexi tidak hanya digunakan penduduk penduduk setempat tetapi juga oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Untuk itu, pihaknya mengembangkan produk Flexi Cab yang strategi pemasarannya dikembangkan melalui kerja sama dengan pengelola hotel dan operator taksi.
"Terminalnya dimiliki pihak hotel atau operator taksi dan bagi turis yang kebetulan ke sini dapat menikmati layanan Flexi yang murah. Jadi seperti wartel mobile," jelasnya. Layanan ini diakui Ketut, hanya dikembangkan di area Bali karena potensi pasarnya sangat besar, yakni kalangan wisatawan domestik maupun asing yang datang.
Sekadar informasi, Press Tour Divre VII Telkom yang dipimpin Nurcahyo, disertai sejumlah wartawan asal Makassar, sempat melakukan kunjungan ke kantor Kandatel Bali, kemarin. Anggota press tour berkesempatan melihat langsung proses pelayanan kepada pelanggan.
Ada yang menarik dan perlu menjadi contoh dari pelayanan Flexi di Kandatel Bali, yakni tersedianya satu bagian pelayanan yang disebut help desk. Tugasnya, menerima semua keluhan pelanggan yang masuk.
"Kita memang mencoba memberikan pelayanan. Karena, kita berharap, para pelanggan itu bisa merasa puas. Makanya, pegawai dibekali pendidikan khusus seperti bahasa Inggris agar pelanggan betul-betul merasa puas," tegas Bagus.
(ban)
|
|